Ini yang Dilakukan TNI dan Pemkab di Natuna Untuk Wujudkan Swadaya Beras


DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 13

WARTAKEPRI.co,id, NATUNA – Program pemerintah menciptakan swadaya pangan juga dilaksanakan oleh satuan angkatan laut di Natuna. Melalui pemikiran Komandan Lanal Ranai Natuna, untuk menciptakan swadaya pangan, masyarakat jangan mudah menyerah, atau selalu menyalahkan serta mengeluh atas kekurangan pemerintah.

” Kita tinggal di pulau yang sangat kaya dan bisa menghasilkan banyak hal. Tinggal kita mau melakukannya dengan baik dan bersinergi saling mendukung dengan aksi nyata, “ucap Danlanal Ranai Kolonen Arif Badruddin di Group Natter.

Dijelaskan Arif, ketika berjumpa Kepala Wilayah Bulog di Ranai disampaikan data bahwa kebutuhan beras di Natuna adalah 3600 ton per tahun. Dengan kemampuan produksi petani Natuna yang saat ini hanya 2,7ton beras per hektar, memang sulit utk bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

danlanal ranai natuna kolonel arif“Saat ini saya sedang mencari mesin penggiling gabah menjadi beras. Para petani mengeluh karena mesin yang ada sekarang kualitasnya buruk, sehingga beras yang dihasilkan pecah. Saya saat ini memiliki 16 petani binaan dengan luasan 14 Ha. Satu kali musim panen minimal per hektar adalah 6 ton padi. Sehingga setiap panen dapat diperoleh 84 ton beras. Jika program ini berhasil, saya siap untuk menambah jumlah lahan yang akan dikerjasamakan di Natuna,” terang Arif.

Jika berjalan, berarti bahwa dalam waktu dekat, Natuna tidak perlu lagi impor beras dari negara lain. Cukup dengan hasil petani sendiri. Apalagi dengan program pembukaan lahan yang diprakarsai kawan-kawan TNI AD dan Kementerian Pertanian, maka produksi padi akan bisa dikirim ke luar daerah.

” Saya selalu khawatir jika upaya ini dianggap pencitraan dan atau mencari popularitas murahan. Makanya saya jarang mau membawa masalah ini kemana-mana. Cukup kami dengan para pelaku saja langsung. Prinsip saya adalah melakukan segala sesuatu secara mandiri, semaksimal mungkin dan tidak membebani siapapun,” ucap Arif.

“Di forum ini saya hanya ingin menghimbau agar kita mulai hati-hati mengkonsumsi beras yang mengandung zat pewarna dan pengawet. Lebih baik kita mulai mengkonsumsi beras yang lebih sehat karena tidak menggunakan kedua jenis bahan kimia tersebut.”

Ketua Bara JP Natuna Weidi juga mengatakan ada baiknya , jika beras lokal dipopulerkan dulu ditingkat lokal, mengingat bersaing keluar kota harus ditambahkan transport cost. Buktikan bahwa beras lokal lebih baik .

Kebid Angaran dan Aset daerah Natuna Suryanto SE MA, menanggapi penjelasan Danlanal sebenarnya kebijakan penggunaan beras lokal bisa meniru kebijakan Kepala Daerah di Papua, kepala daerahnya membuat regulasi , sehingga daerah bisa swasembada.

Mengenai anggaran bidang pertanian banyak sekali, karena program ketahanan pangan menjadi prioritas, di Kemenkeu sudah meminta usulan utk DAK pertanian adalah sektor prioritas. Tetapi kendalanya kemaren saya kahawtir penyerapan tidak maksimal oleh SKPD di Natuna.

Lanjut Yanto, karena ketika penyerapan tidak maksimal maka imbasnya ke pemotongan Dana Transfer, karena penyaluran transfer ke daerah berasarkan penyerapan anggaran dan apabila tidak terserap daerah menanggung beban lagi.

” Ini yang perlu kerjasama dari seluruh stakeholder, sehingga apabila program terintegrasi maka yang kita inginkan bersama akan cepat terwujud,” ucap Yanto.

Sementara itu, Wiwin Gunawan, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Baret Merah (FKPBM) setuju, untuk membangkitkan rasa nasionalisme yang tinggi di Natuna.

” Kita butuh warga negara yang punya militansi yang kuat terhadap NKRI membangun Negeri Kususnya Natuna,” ucap Wiwin, yang Juga trainer di LP2MI Lembaga pengkajian Pengembangan manajement Indonesia.(riky)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 13


Berita Terkait




PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SAMSAT KEPRI KODIM BATAM