Drs.Helmy Santika: Penahanan Tersangka Pembakar Rumah Glory Home Diperpanjang


PEMPROV KEPRI

Please follow and like us:

  • 8

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Penetapan status 3 (Tiga) tersangka pembakar 18 unit rumah perumahan Glory Home, Bengkong Harapan Swadaya Kota Batam, sejak ditahan dari tanggal 8 Nopember 2016 lalu hingga saat ini belum ada kejelasan hukumnya.

Dihitung sejak ditahan 3 tersangka oleh Polisi, masa penahanan 20 hari telah habis. Sesuai pasal 24 KUHP
Pasal 24 adalah :
(1) Perintah penahanan yang diberikan oleh penyidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, hanya berlaku paling lama dua puluh hari.

(2) Jangka waktu sebagaimana tersebut pada ayat (1) apabila diperIukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh penuntut umum yang berwenang untuk paling lama empat puluh hari.

(3) Ketentuan sebagamana tersebut pada ayat (1) dan ayat (2) tidak menutup kemungkinan dikeluarkannya tersangka dan tahanan sebelum berakhir waktu penahanan tersebut, jika kepentingan pemeriksaan sudah terpenuhi.

(4) Setelah waktu enam puluh hari tersebut, penyidik harus sudah mengeluarkan tersangka dan tahanan demi hukum.

Hal ini ditanggapi Kapolresta Barelang, Kombes Pol.Drs Helmy Santika, Jumat ( 2/12/2016) didepan gedung Graha Kepri Batam Center pada wartakepri.

Menurutnya, bahwa perpanjangan penahanan tiga tersangka pembakar rumah di perumahan Glory Home Bengkong Harapan Swadaya sudah dilakukan, hanya saja saya lupa nomor dan tanggal suratnya.

Disamping itu, Kami sudah beritahukan pada keluarga tersangka dan Kejaksaan Negeri Batam, soal perpanjangan penahanan tiga tersangka. Jika kejaksaan bilang tidak mengetahui, berarti itu salah siapa..?. Balik Helmy bertanya.

“Tidak mungkin kejaksaan tidak tahu, sementara surat perpanjangan penahannya sudah kita berikan. Untuk pasal pada tiga tersangka, akan dikenakan pasal pembakaran dengan hukuman 6 penjara,”kata Kombes Pol. Drs Helmy Santika.

Ketiga tersangka merupakan warga sebelah atau simpatisan dan bukan warga yang lahan dieksekusi. Karena mereka adalah sama sama yang tinggal di rumah liar sehingga merasa jika hal itu akan terjadi pada dirinya.
Ujar Helmy Santika.

Keterangan yang berbeda diungkapkan oleh kepala seksi Pidana Umum ( Kasi Pidum) Kejari Batam, Ahmad Fuady SH mengatakan; terkait tersangka pembakaran rumah di perumahan Glory Home Bengkong Swadaya, hingga saat ini belum ada informasi atau keterangan dari pihak Polisi selaku penyidik.

“Jangankan untuk P21 atau pemberitahuan bahwa hasil penyelidikan sudah lengkap. Untuk permintaan perkembangan hasil penyelidikan (P17) saja belum kita terima,” kata Ahmad Fuady SH,Rabu (30/11/2016) diruang kerjanya kantor Kejaksaan Negeri Batam.

Berita sebelumnya, kerusuhan saat dilaksanakan eksekusi lahan oleh tim terpadu yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Batam melalui Kepala Panitera, Mustafa SH. MH mendapat perlawanan dari warga Bengkong Harapan Swadaya.

Warga melakukan tindakan anarkis berupa; membakar ban bekas, menutup akses jalan ke lokasi lahan dengan kayu dan terjadinya pelemparan bom molotob hingga membakar 18 unit rumah perumahan Glory Home Batam.

Atas kebringasan warga saat itu, maka pihak kepolisian menangkap dan menahan 3 tersangka dari lokasi eksekusi lahan pelaku yang diduga sebagai provokator untuk membakar 18 rumah perumahan Glory Home dengan menggunakan bom molotob.

Akibat gagalnya eksekusi lahan selus 40.820 meter Bengkong Harapan Swadaya, maka pemilik PT Kencana Raya Maju (KRM) kecewa.

Sementara Pengadilan Negeri Batam sudah memutuskan pada tanggal 7 September 2016, bahwa PT Glory selaku pengembang sebagai pemenang. Peringatan pun sudah dilakukan hingga tiga kali pada warga, agar mengosongkan lokasi. (Alvin/Nikson)

Please follow and like us:

  • 8

DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN