Alamak.. Rencananya 480 Karyawan PLN Batam akan Mogok Awal Tahun 2017 ‎

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 28

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Serikat Pekerja (SP) bright PLN Batam, akan menggelar aksi mogok kerja pada awal tahun 2017 mendatang. Rencana mogok massal tersebut, dilakukan oleh 480 karyawan dari sistem pembangkit dan pelayanan apabila permintaan penyesuaian tarif tidak terealisasikan hingga akhir tahun ini.

“Rencananya akan kami lakukan selama 3 hari,” ungkap Sekjen Serikat Pekerja bright PLN Batam, Bukti Panggabean kepada wartakepri.co.id, Selasa (27/12/2016).

Dalam 3 hari mogok kerja itu, kata Bukti, Pulau Batam dan Bintan terancam blackout. Apalagi kalau aksi terealisasi, suplai listrik yang selama ini telah mencapai Bintan, Belakangpadang, dan Sembulang akan terhenti. Namun sebelumnya, pihaknya terlebih dahulu akan melayangkan surat pemberitahuan kepada Pemerintah Provinsi Kepri, termasuk instansi terkait lainnya.

Terhentinya suplai listrik pada daerah tersebut, diakibatkan oleh mesin pembangkitnya mati yang dikarenakan tidak adanya pekerja yang mengoperasikannya. Termasuk juga karena tidak ada pelayanan dan sebagainya, terangnya.

“Untuk kepastian kapan waktunya, kita masih mengkoordinasikannya dengan pengurus,” ujarnya.

Menurutnya, upaya bright PLN Batam yang selama ini membuat tangguh listrik di Batam banyak menemui hambatan. Terutama terhadap pembahasan keuangan yang lamban, sehingga menyebabkan keuangan bright PLN Batam terus memburuk menanggung kerugian akibat menjual listrik dibawah Biaya Pokok Produksi (BPP).

“BPP PLN Batam Rp 1.388, namun harus kita jual Rp 900-an per kWh. Sedangkan persero yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, sudah menetapkan tarif Rp 1.459 per-kWh. Padahal BPP nya sama,” ucapnya.

Bentuk upaya yang dilakukan bright PLN Batam, adalah dengan menutupi kerugian harga jual listrik rumah tangga dengan subsidi silang dari golongan industri. Serta ditopang oleh deposito atas tabungan Rp 1 triliun. Namun subsidi silang makin sulit dilakukan, karena presentase pelanggan rumah tangga terus menanjak dari 32 persen menjadi 37 persen. Sebaliknya, sektor industri terus menurun, dari 32 persen menjadi 25 persen.

Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan deposito juga sudah tidak bisa diandalkan lagi. Simpanan bright PLN Batam terus berkurang, hingga akhirnya mengalami kerugian. Berdasarkan hasil audit Price Waterhouse Coopers (PWC), dari Januari hingga Juni 2016, keuangan bright PLN Batam sudah minus Rp 26 miliar. Hal tersebut membuat 480 karyawan bright PLN Batam resah.

“Kalau PLN collapse, bukan nasib kami saja yang terancam. Sistem kelistrikan di Batam, Bintan dan pulau sekitarnya juga akan terganggu,” pungkasnya.

Hal senanda juga disampaikan oleh Ketua Serikat Pekerja bright PLN Batam, Mulnawarman yang menuturkan bila kondisi keuangan terus berlangsung, kehandalan listrik di Batam dan Bintan akan terancam.

“Dengan keadaan ini, sangat sulit untuk menjaga kehandalan listrik Batam-Bintan. Membeli bahan baku saja sudah mulai kesulitan, apalagi untuk investasi pembangkit listrik demu kebutuhan jangka panjang warga Batam,” ujarnya.

Apabila kehandalan listrik sudah terganggu, otomatis akan menimbulkan dampak kepada perekonomian Batam-Bintan yang akan tersendat. Karena seluruh industri perekonomian membutuhkan suplai listrik. Jika tidak disikapi dengan bijak, krisis energi seperti yang terjadi di dearah-daerah lainnya di Indonesia, juga akan terjadi di Batam.

“Saya khawatir, nasib bright PLN Batam akan seperti saudara kita di PLN Tarakan. Karena tidak ada dukungan pemerintah, per 1 Januari 2017, pelayanan listrik tarakan diambil alih PT (PLN Persero). Kalau batam diambil alih Persero, tarifnya lebih tinggi dari tarif yang diajukan,” bebernya.

Resiko lain apabila bright PLN Batam diambil alih oleh PT PLN (Persero), maka pengembangan jaringan ke pulau yang belum teraliri listrik akan menemui birokrasi yang panjang. Karena kebijakannya harus ada persetujuan pusat, pungkasnya. (rilis/san)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 28
DEWAN PERS WARTAKEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA
 Warta Kepri
 Warta Kepri

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB LINGGA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA