NATUNA DARURAT NARKOBA: Siswa SMA dan SMP Ngamuk – Ngamuk Pengaruh Narkoba


WARTAKEPRI.co.id- NATUNA – Peredaran narkoba dikabupaten Natuna sudah merambah ke segala lini. Peredaran barang haram itu kini sudah masuk hingga ke pelosok desa.

Tak tangung Sejumlah Pelajar telah diracuni barang haram jenis sabu,terbukti beberapa kasus narkoba terungkap terjadi di sejumlah desa,seperti tejadi subuh dini hari di kecamatan Subi kabupaten Natuna, Minggu subuh (8/1/2017).

Ada tiga orang pelajar dan masih berstatus Siswa SMA dan SMP di amankan warga kecamatan subi karena mengamuk dan histeris teriak minta tolong, diduga masih dalam kondisi tidak sadar karena makai masih dalam pengaruh narkoba.

Mendengar kegaduhan itu,tetanga rumah langsung keluar rumah mendekat ke sumber kegaduhan ada suara minta tolong, ternyata seorang pemuda masih dalam pengaruh narkoba menghantam dinding dan jendela rumah miliki datoknya sendiri dan meronta ronta minta tolong “Ungkap plt Camat Subi abdul kadir kepada wartakepri.co.id (9/1/2017).

Benar, kejadian tadi subuh didesa subi daerah pasar menurut keterangan warga yang langsung melihat kejadian itu,lanjut abdul kadir,pelajar itu sangking udah tinggi dosis mengunakan narkoba,anak itu meronta ronta minta tolong sangat kencang teriakan dia sampai mengantam kaca jendela rumah datoknya.Tutur Abdul kadir.

Ada tiga orang pemakai narkoba jenis sabu telah diamankan pihak warga berikut barang bukti narkoba jenis sabu dan mereka semua berstatus pelajar.

masih kata Abdul kadir,Karena dikecamatan subi belum adanya Polsek sehingga pelaku diamankan dirumah dengan sarat tandatangan oleh pihak keluarga dan polisi bertugas agar pelaku itu tidak kabur dan sampai datang tim polsek serasan ke kecamatan subi baru diproses lanjutan.Kata Abdul kadir.

Diduga barang haram itu dari pengakuan mereka, dapat dari oleh seorang warga Subi.tutup abdul kadir.

Hingga berita ini turun, belum dapat konfirmasi pihak Polisi polres Natuna.

Pemerhati sosial Kab Natuna, Mutaqien, mengatakan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi bisa menjadi salah faktor banyaknya remaja dan pelajar terlibat dalam kasus narkotika.

Kondisi semakin parah jika orang tua tidak memiliki kepedulian dan memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dalam bergaul. Itu sebabnya dia meminta masalah narkotika di kalangan pelajar dan remaja mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kab Natuna, khususnya Dinas Pendidikan.

Mutaqien menyatakan keprihatinannya lantaran banyak di antara pelajar mengisap lem Fox dan sejenisnya. Kebiasaan itu merupakan awal dari perilaku yang kemudian beralih mengkonsumsi narkotika. “Beawal dari kecanduan lem, lama-lama meningkat mengkonsumsi narkotika.”Tutupnya.(Rikyrinov)







KADIN _ FORPI