Agar Terhindar Berita HOAX, SPMO Kepri Ajak Netizen Bijak Memilih Media


Please follow and like us:

  • 3

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pengguna atau warga internet (netizen) diajak untuk lebih bijak memilih media yang akan dibaca untuk menghindari berita bohong atau informasi palsu (hoax) yang banyak beredar di ranah internet. Hal itu disampaikan Indrawan, Ketua Serikat Perusahaan Media Online (SPMO) Kepri.

” Pastikan dulu siapa yang menyampaikan informasi tersebut. Cek dan lihat pengelola medianya, alamat kantornya, badan hukumnya, siapa penanggung jawabnya,” kata Indrawan, Jumat (20/1/2017).

Indrawan beranggapan bahwa media online mainstream harus turut berpartisipasi dan mengambil peran dalam upaya memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat.

Untuk tidak terjebak di berita/kabar hoax, pembaca diminta jangan hanya baca judulnya. Sebab, kebanyakan pembaca berita hanya membaca judulnya saja. Cara begini hendaknya dihindari karena judul itu bisa menjebak dan menimbulkan persepsi berbeda. Padahal isinya biasa aja.

Lalu, jangan malu bertanya. Kalau Anda membaca suatu berita dari media sosial, jangan malu bertanya. Benarkah berita tersebut? Tanya kepada orang yang berada paling dekat atau dipercaya.

Indrawan menyebutkan, ada tipe netizen yang tetap ngotot percaya sebuah berita itu bukan hoax meskipun berasal dari sumber yang tidak jelas. Ada juga tipe yang tidak mau percaya berita yang benar dari sumber yang terpercaya dan menyebutnya hoax.

” Ini karena persamaan kepentingan dan prinsip dengan yang dibacanya sehingga membutakan nalar. Dan sikap ini yang membuat hoax makin tumbuh subur,” ujarnya.

SPMO Kepri adalah wadah para pengelola media online di Kepulauan Riau (Kepri) yang terbentuk akhir 2016 lalu.

SPMO Kepri beranggotakan media online Batamnews.co.id, Batamtoday.com, Batampos.co.id, Posmetro.co, Metrobatam.com, Wartakepri.co.id, Karimuntoday.com, Lendoot.com, Sijorikepri.com. SPMO Kepri adalah organisasi yang berafiliasi ke Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kepri.

Foto Hoax

Sebagai pengurus PWI Kepri dan pengurus SPMO Kepri, Redaksi WartaKepri.co.id juga mengajak pembaca media online atau netizen tidak mudah percaya dengan foto foto yang dipublikasi atau dijadikan foto dalam sebuah tautan berita atau informasi.

Foto memang penarik dari pembaca, kadang foto hasil editing atau yang sudah direkayasa diperbolehkan dalam sebuah berita. Namun, editor atau yang publikasi foto harus menjelaskan keterangan foto tersebut, seperti menjelaskan foto hasil editing atau foto dokumentasi atau foto istemewa yang diambil dari laman media on-line lainnya.

Media yang bertanggung jawab tidak akan mempublikasi foto foto yang dengan tujuan menjelekan seseorang atau kelompok tertentu. Intinya, netizen sebelum ikut menyebarluaskan sebuah tautan informasi, pastikan nama narasumber itu benar adanya atau mungkin hanya narasumber fiktif alias Hoax. (rilis/redaksi)

Please follow and like us:

  • 3






KADIN _ FORPI


Custom Search