Pengiklan Google Ancam Tarik Iklan, Paska Ada Iklan “Teroris” di YouTube


Please follow and like us:

  • 0

WARTAKEPRI.co.id – Induk perusahaan Google dilaporkan mengalami penurunan pendapatan beberapa hari terakhir. Pemicunya adalah para pengiklan besar di Google menarik iklannya di anak perusahaan mereka yaitu Youtube.

Pasalnya, YouTube ditengarai oleh penemuan The Times yang mendapati iklan beberapa perusahaan dalam lima video berisi konten berbau rasis, seperti dikutip dari laman pikiran rakyat, Minggu (26/3/2017)

Dilansir dari The Guardian pada hari Jumat, 24 Maret 2017, PepsiCo, Walmart, dan Starbucks telah mengonfirmasi telah menangguhkan iklan mereka dari situs berbagi video tersebut. Sebelumnya AT&T, Verizon, Volkswagen dan beberapa perusahaan lain, sudah lebih dulu menarik iklan mereka dari YouTube.

“ Kami sangat risau mengetahui iklan kami muncul dalam konten YouTube yang mempromosikan terorisme dan kebencian,” ujar juru bicara AT&T

Walmart, Pepsi dan beberapa perusahaan lain mengatakan mereka akan berhenti memasang iklan berdurasi lebih dari 2 menit selain di situs pihak ketiga. Aksi ini terus berjalan bahkan setelah Google meminta maaf dan memastikan iklan tidak akan muncul video-video yang serupa.

“ Konten (video) yang diasosiasikan dengan kami sangat bertolak belakang dengan nilai perusahaan,” ungkap Walmart Jumat lalu.

Menurut direktur bisnis Google, Phillip Schindler, Google akan meninjau ulang kebijakannya tentang iklan seperti yang ia tuliskan di blog pribadinya, “Kami menerapkan sistem kebijakan yang sangat ketat perihal di mana iklan harus muncul, pada kebanyakan kasus kebijakan kami dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Tetapi tidak kali ini.”

Kemudian Schindler menjanjikan tiga poin dalam kebijakan iklan Google yang baru. Berlaku untuk YouTube dan semua perusahaan yang dinaungi Google.

Pertama, Google akan lebih mengetatkan kebijakannya dengan cara menyortir platform yang sesuai dengan iklan, juga menyortir konten dalam platform yang juga harus sesuai. Konten yang berisi ujaran kebencian, menyinggung, dan merendahkan akan ditindak secara serius. Google juga akan memastikan konten dari hasil plagiarisme tidak berhak menyertakan iklan.

Kedua, Google menjanjikan kewenangan lebih kepada pengiklan, sekarang mereka dapat menentukan sendiri di mana iklan mereka dimuat. Pengiklan akan diberikan akses terhadap account-level tools yang memungkinkan mereka memilih sendiri situs, maupun saluran, yang cukup merepresentasikan nilai dari perusahaan.

Ketiga Schindler menulis, akan meningkatkan transparansi dan visibilitas bagi pengiklan guna menghindari situasi yang tidak menguntungkan seperti sekarang ini. Para eksekutif Google juga menjanjikan akan merekrut sejumlah besar tenaga kerja dan mengembangkan alat baru khusus untuk menangani penyortiran konten.

Kerugian diperkirakan dapat mencapai ribuan juta dollar jika Google gagal menarik kembali para pengiklan. Beberapa analis mengatakan pemboikotan ini tidak akan berpengaruh besar terhadap Alphabet Inc., induk perusahaan Google. Meski begitu, terhitung dari hari Senin saham Alphabet sudah menurun sebanyak 3 persen. (pikiran rakyat). foto istimewa

Please follow and like us:

  • 0






KADIN _ FORPI


Custom Search