Dispar Natuna Ingin Branding Natuna Alif Stone Park Jadi Icon

PEMPROV KEPRI

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 8

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Untuk menguatkan sektor wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna melalui Dinas Pariwisata menggelar Focus Group Discussion. Tujuan untuk mengali potensi alam wisata serta keunikan panorama alam nan indah merupakan salah satu keajaiban bumi gerbang utara.

Sebagai aset daerah secara serius untuk pembangunan pariwisata natuna dan menetapkan Tagline pariwisata Natuna. Kegiatan ini dilaksanakan karena Pemkab Natuna melalui dinas pariwisata membangun jati diri wisata alam Natuna.

Salah satu upaya yang dilaksanakan dalam FGD tersebut adalah membuat
Branding wisata agar mempermudah memperkenalkan ke wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Untuk mencari dan memberi “Brand” atas wisata Natuna ini, Dinas pariwisata Natuna mengundang beberapa tokoh masyarakat, pelaku usaha wisata, LSM bidang pariwisata, dinas terkait, dan semua penggerak wisata menggelar diskusi untuk
memunculkan branding wisata yang diharapkan berdampak pesat untuk kemajuan pariwisata Natuna.

Erson Gempa Kadis Pariwisata Kabupaten Natuna meminta kepada seluruh peserta diskusi untuk memberi masukan serta informasi seluas-luasnya tentang wisata Natuna sebagai dasar pemberian nama brand wisata Natuna.

” Terima kasih atas kehadiranya, saya selaku pelaksana kegiatan, sesuai dengan tema diskusi ini mohon saran, masukan, serta informasi terkait wisata kita, kita tampung untuk bahan pertimbangan kami terkait branding wisata kita,” jelas Erson pada Forum Grop Discussion (FGD) tersebut berapa waktu lalu di Ranai Natuna.

Menurut Erson, Natuna juga harus memiliki icon brand wisata seperti daerah lain, seperti Bali yang terkenal dengan pulau dewata serta daerah wisata lainya, yang telah di kenal dunia memiliki brand wisata sesuai dengan identitas daerah mereka. Dalam diskusi tersebut, Both sudargo pengelola destinasi wisata Natuna Alif Stone Park yang berlokasi di Sepempang berpendapat bahwa, Natuna kaya akan batu granit yang paling tertua di dunia, serta termahal bila di olah menjadi keramik.

Dia berharap agar pemerintah daerah tidak mudah memberi izin kepada investor untuk mengambil batu granit dari Natuna.

“ Di samping menghasilkan keramik bernilai sangat mahal, batu keramik kita ukuranya juga sangat besar dan menambah pesona keindahan wisata kita, jadi sebaiknya batu-batu granit ini kita jaga bila perlu untuk kebutuhan pembangunan kita ambil batu
dari luar Natuna,” terang Both Sudargo.

Dirinya juga memuji tentang keanehan-keanehan batu granit tersebut, sehingga memiliki nama-nama tersendiri sesuai dengan history batu yang di maksut.

“ Saya berharap batu-batu yang telah memiliki nama tersebut di jaga kelestarianya, jangan sampai kaya batu hitam, yang dulu ada batunya, sekarang tak ada, tapi namanya masih melekat batu hitam,” kritik Both sudargo.

Dari berbagai masukan dari forum diskusi tersebut, Erson Gempa dan para pakar bidang wisata yang di undangnya, akan mengkaji segala informasi wisata Natuna, dan berjanji akan melouncing Brand Wisata Natuna, Setelah pilihan brand ditentukan, agenda launching langsung disusun.

” Untuk soft launching, kami akan melakukannya pada tanggal 27 juli mendatang yang  bertepatan dengan hari jadi kota Ranai,” tutup Erson.

Menpar Arief Yahya senang mendengar dengan rencana launching branding pariwisata tiap Kabupaten semakin berkembang seperti Natuna dan Anambas dua wilayah pulau terdepan Indonesia.

Menurutnya branding sangat penting karena bisa mendongkrak kepopuleran wisata Daerah.

“ Dulu, Wonderful Indonesia belum banyak dikenal di negara lain. Kini branding Wonderful Indonesia berhasil berada di peringkat 47 dunia dari sebelumnya not available, tidak ada peringkat. Bahkan Wonderful Indonesia sudah berhasil mengalahkan Thailand dan Malaysia berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index World Economic Forum (WEF), pencapaian baik tambah Arief kepada wartakepri.co.id pekan lalu di Jakarta.

Branding, lanjut Arief, adalah janji kepada konsumen. Kalau brand tidak memberikan apa yang dijanjikan, reputasi brand tersebut akan jatuh.

“ Mau tetap atau berubah, mau satu atau lebih dari satu, ada contoh suksesnya.

Lakukan apa yang sudah sukses, jangan memulai dari awal, tapi berawal dari akhir,” ucap mantan Dirut PT Telkom.(*)

Penulis : Ricky Rinovsky
Editor : Dedy Swd

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 8

PEMKAB BINTAN
DPRD BATAM
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES