BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Ada Pasien Kok Bayar Uang Jutaan Rupiah Lagi

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengeluh pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dijanjikan selama ini, selain pembiayaan dan kebutuhan obat yang harus ia dapatkan.

Pasien berinisial HB (77) tahun merupakan pasien BPJS Kesehatan kelas I yang menjalani operasi Hernia Inkarserata (hernia terjepit) di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang merasakan keluhan dengan pelayanan BPJS Kesehatan.

Salah satu keponakan pasien, ER mengatakan, HB pamanya sudah selesai menjalankan operasi selama tiga hari, yang di kenakan dengan biaya sebesar Rp. 6 juta.

” Biaya operasi dikenakan sebesar Rp 6 juta, hanya ditanggung oleh BPJS sebesar Rp 3 juta dan sisanya Rp. 3 juta ditanggung sendiri,” ujar ER saat dijumpai di ruangan inap pasien di RSUD Kota Tanjungpinang.

Tidak hanya itu, ER menyayangi pelayanan BPJS Kesehatan, pasalnya keterbatasan obat-obat yang di tanggung oleh BPJS Kesehatan terhadap pasien.

” Obat untuk dan pasca operasi kita harus beli sendiri, menjelang operasi kami telah membeli obat sebesar Rp 2 juta, BPJS kesehatan hanya menyediakan berupa jarum suntik dan yang tidak berkaitan dengan operasi,” jelasnya dengan nada kesal terhadap pelayanan BPJS Kesehatan.

Ia menambahkan, pamannya yang merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau yang sekarang ini dikenal Aparatur Sipil Negara (ASN), sudah dirawat sejak dari tanggal 1 Mei, sudah hampir 18 hari dirawat.

” Hari ini sudah dianjurkan oleh dokter untuk pulang, namun kondisi paman saya masih lemah karena tidak bisa berdiri, asam uratnya kambuh. Jadi harus menginap lagi di RSUD,” jelasnya.

HB yang turut menyambung, berharap BPJS Kesehatan menempati janji dan pembiayaan operasi serta obat dapat dipenuhi sesuai aturan.

” Setiap ada acara BPJS Kesehatan Tanjungpinang, saya selalu hadir, kenapa saat sakit begini saya harus mengalami seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu Lenny Marlina Kepala BPJS Kesehatan Kota Tanjungpinang saat di confirmasi mengtakan, belum mengetahui hal tersebut, mungkin staf dan bawahan saya sudah mengetahui hal itu, namun informasi belum ada mengenai hal itu.

” Yang jelas dari regulasi pasien sesuai dengan haknya,tidak di perkenankan membayar satu rupiah pun. Selagi pasien mengikuti prosudurnya,” tutupnya. (*)Pasien Rawat inap di RSUD Tanjungpinang

Penulis : Yansyah