Bombardir dan Darurat Militer di Pulau Mindanao Filipina, 48 Orang Tewas


Please follow and like us:

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, FILIPINA – Militer Filipina mengintensifkan serangan di Kota Marawi untuk mengusir kelompok militan yang menguasai kota itu.

Pertempuran dalam kota yang sudah berlangsung selama lima hari ini, dilakukan setelah pemerintah menjamin bahwa serangan tidak akan menurun meskipun sudah memasuki bulan suci Ramadan.

Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya sudah menerapkan status darurat militer di Pulau Mindanao, di mana Kota Marawi berada. Status darurat diterapkan setelah kelompok militan Maute dan Abu Sayyaf menguasai kota itu. Kedua kelompok militan ini sudah bersumpah setia kepada Islamic State (ISIS).

Hingga saat ini sudah 48 jiwa tewas dalam serangan. Duterte pun menyebut apa yang dilakukan oleh kelompok militan ditujukan untuk membentuk kekhalifahan di Filipina.

” Kami sudah mengidentifikasi lokasi para militan melakukan konsolidasi kekuatan. Identifikasi mempermudah kami melakukan serangan udara yang bisa menghancurkan kekuatan mereka,” ujar Juru Bicara Militer setempat Letnan Kolonel Jo-ar Herrera, seperti dikutip AFP, Sabtu 27 Mei 2017.

Kendaraan berisi prajurit marinir tampak masuk ke wilayah Marawi. Kota ini populasinya mencapai 200 ribu jiwa, dengan populasi Muslim terbesar.

Operasi mengusir kelompok ISIS dari Marawi dimulai sejak Selasa 23 Mei, saat militan ISIS mengamuk di jalanan Kota Marawi.

Serangan dari militan dilakukan setelah upaya pihak keamanan untuk melakukan penangkapan terhadap Isnilon Hapilon, seorang militan Filipina yang dianggap sebagai pimpinan ISIS Asia Tenggara.

Atasi Ancaman Militan

Presiden Rodrigo Duterte bersumpah untuk mengatasi ancaman militan. Namun dirinya siap untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin dari militan.

Juru Bicara Kepresidenan, Ernesto Abella mengatakan bahwa keinginan Duterte untuk berbicara dipicu oleh semangat Ramadan. Serupa dengan Muslim dunia, umat Muslim di Filipina juga mulai berpuasa pada Sabtu ini.

” Bersama kita berdoa agar teroris bisa berakhir yang berupaya untuk mengalihkan kedaulatan kita menjadi ke ISIS,” tutur Abella.

” Dengan semangat Muslim yang damai, Presiden menawarkan dialog damai dengan kelompok teror demi menghindari pertumpahan darah di bulan yang suci ini,” pungkasnya.

Tetapi, sepertinya kecil kemungkinan adanya dialog antara pemerintah dengan para teroris. Kecuali negosiasi untuk melepaskan sandera.(*)

Sumber : Metrotvnews.com

Please follow and like us:

  • 0






KADIN _ FORPI


Custom Search