Laksma TNI Semi Joni Putra Pimpin Penghancuran Basecamp PT Sacofa di Natuna

WARTAKEPRI.co.id,  NATUNA – Pemerintah akhirnya mengambil langkah tegas menutup keberadaan basecamp atau landing station Serawak Gateaway SDN BHD, PT Sacofa, di Tarempa Kabupaten Anambas dan Penarik Kabupaten Natuna.

Sekertaris Deputi IV/ Hanneg Kemenko Polhukam Laksamana Pertama TNI Semi Joni Putra beserta rombongan tiba Ranai Kabupaten Natuna melaksanakan eksekusi pembongkaran Bangunan Gudang Sacofa di Penarek, Selasa (30/5/2017).

Merujuk kepada Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor B X-164/KL? 303 tanggal 4 Mei 2017 tentang perubahan atas surat Persetujuan Prinsip Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomo B.XXV_2012/ JM.88 tentang pemasangan kabel telekomunikasi bawah laut dari Malaysia Barat (Mersing) ke Malaysia Timur (Kucing) melalui Perairan Natuna.

Setelah Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo melakukan penyegelan terhadap Sacofa atau alat pemancar milik Malaysia yang berada di Penarik Kabupaten Natuna dan Anambas belum lama ini.

Akhirnya Penutupan kedua lokasi basecamp kabel serat optik telekomunikasi milik perusahaan Malaysia itu disampaikan oleh pemerintah Rebuplik Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI kepada pemerintah kabupaten Natuna agar melakukan pembongkaran basecamp PT Sacofa.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Natuna, Raja Darmika menjelaskan pembongkaran landing station PT Sacofa di Penarik berdasarkan perintah dari pemerintah pusat, melalui Kemenkopolhukam yang disampaikan kepada Pemkab Natuna.

” Alasan pemerintah membongkar basecamp Sacofa di Natuna, karena ada beberapa perjanjian yang dilanggar oleh Sacofa, terutama menyangkut masalah unclose yang mengizinkan negara menggelar kabel bawah laut,” jelas Raja Darmika.

Dalam surat bernomor B-118/Kemenko/Polhukam/HN.01.01.2/05/2017 yang ditandatangani oleh Sekretaris Deputi IV bidang koordinator pertahanan Negara, Semi Joni Putra per tanggal 19 Mei di Jakarta itu, pihaknya meminta permohonan bantuan terkait eksekusi pembongkaran landing station di Tarempa yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2017.

Pembongkaran tadi pagi di Penarik, disaksikan oleh tim terpadu yang terdiri dari Kemenkopolhukam, Sintel Mabes TNI, Bais TNI, Ditjen Strahan, Kemhan, Ditjen PPI Kemenkominfo, Ditjen Hubla, Kemenlu, serta Lemsaneg.

Bupati Hamid Rizal diwakilkan Sekretaris daerah Natuna, Wan soswandi yang ditemui, mendukung langkah yang dilakukan tim lintas kementrian di bawah koordinator Kemenkopolhukam Republik Indonesia itu.

“ Dalam hal ini Pemerintah Daerah mendukung terkait apa yang akan dilakukan oleh tim terpadu,” ungkap Sekda Natuna Wansiswandi.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, mengeluarkan surat persetujuan prinsip membongkar Landing Station PT Sacofa Sdn Bhd yang berada di Tarempa, Anambas dan Penarik, Natuna.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari pemutusan receiver yang dilakukan oleh Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo pada 6 April 2017 lalu.

Dalam surat Dirjen Hubla, perubahan atas surat persetujuan prinsip Dirjen Hubla nomor B.XXV-2012/JM.88, perjanjian bilateral Republik Indonesia dengan Malaysia yang diratifikasi dengan Undang-undang nomor 1 tahun 1983. Bahwa tidak pernah diatur mengenai Landing Station didaratan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk digunakan oleh Negara Malaysia.

Selanjutnya, berdasarkan pasal 51 Undang-undang nomor 17 tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 dan pasal 9 ayat (4) Undang-undang nomor 6 tahun 1996 tentang perairan indonesia, suatu negara kepulauan tetap menghormati kabel laut yang ada dipasang oleh negara lain atau badan hukum asing yang melintasi perairan Indonesia dan yang melalui perairannya tanpa memasuki daratan.

Saat ini, izin operasi PT Sacofa di Natuna sudah dicabut oleh Kementerian Perhubungan. Atas dasar itu, maka Menkopolhukam memutuskan melakukan pembongkaran landing station yang ada dipulau Natuna dan Anambas.

Penulis : Riky Rinovsky
Foto :