Empat Bulan Tak Masuk Kerja, Dokter Feriandi Larikan Uang PMI Rp 1.2 Milyar

Wartakepri.co.id, Batam – Dokter Feriandi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemko Batam, sudah 4 (Empat ) bulan tidak masuk kerja sejak kasusnya terbongkar hingga saat ini batang hidungnya tidak pernah nampak.

Dana transfusi darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam, sebanyak Rp 1, 2 milyar raib ditelanya alias dibawa kabur dan kini statusnya (DPO). Kebutuhan pembayaran darah RSUD Embung Fatimah dijemput langsung oleh Feriandi. Dimana saat itu, Feriandi sebagai Ketua PMI Batam.

Sehingga jabatan itu dimanfaatkannya, namun uang tersebut tidak pernah di serahkanya ke bagian keuangan PMI. Sejak tahun 2015, dana transfusi darah tersebut hanya masuk pada kantong pribadinya sendiri.

Keserakaan dokter Feriandi ini tidak pernah ditindak lanjuti oleh Direktur RSUD sebelumnya. Sehingga ada dugaan antara Feriandi dengan Direktur RSUD lama, saling kerjasama.

Menurut penuturan Direktur RSUD yang baru, dokter Gunawan Budi S.PoG, bahwa tindakan Feriandi tidak pernah ditindak lanjuti oleh pejabat sebelumnya.

“Sudah lebih dari 3 bulan tidak masuk kerja , tetapi oleh pejabat sebelumnya nggak di tindak lanjuti. Tapi oleh saya, akan saya tindak lanjuti sesuai aturannya 3 bulan tak masuk, maka yang bersangkutan harus di tindak sesuai aturan ASN,” kata dokter Gunawan.

Lanjut Gunawan, saat itu dokter Feriandi sebagai ketua di PMI, maka setiap ada tagihan darah ke RSUD Batam dijemputnya langsung. Hal itu pernah saya kritisi, kok pembayaran kebutuhan darah RSUD di jemput langsung sama Ketua PMI nya kebagian keuangan. Ungkap dokter Gunawan, Kamis (8/6/2017) sore.

Dokter Feriandi merupakan kembaran dari dokter Hariandi. Keduanya sama sama PNS di Pemko Kota dan merupakan lulusan Kedokteran dari Universitas Andalas Padang Sumatera Barat. Insert foto, dokter Feriandi pakai kemeja putih, kembarannya dokter Hariandi jeket hitam.

( Nikson Simanjuntak )


BINTAN
DPRD BATAM
LINGGA
KADIN _ FORPI