Proses Pemecatan Dokter Feriandi Sedang Digodok, Bawa Kabur Uang Darah Rp 1,2 milyar

PEMPROV KEPRI

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

Wartakepri.co.id, Batam – Proses pemberhentian atau pemecatan dokter Feriandi segera dikeluarkan, setelah Walikota Batam, Rudi SE memberikan lampu merah. Saat ini pemecatan sang dokter tersebut sedang digodok oleh Direktur RSUD Batam, Direktorat dan Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) Kota Batam.

Aneh, jika Walikota Batam tidak memberhentikan dokter itu, karena sudah tidak masuk kerja selama 6 bulan sejak Januari hingga saat ini maka PNS lain akan mengikuti jejaknya. Kini rimbanya tidak diketahui, apakah melarikan diri atau bersembunyi terkait dana transfusi darah sebesar Rp.1,2 milyar yang diambilnya dari RSUD Batam.

Dokter Feriandi merupakan Pegawai Negeri Sipil ( PNS) dilingkungan Pemerintahan Kota (Pemko ) Batam. Dokter tersebut sejak tahun 2015 lalu, diperbantukan sebagai Ketua Palang Merah Indonesia ( PMI) cabang Batam. Atas jabatan inilah, dokter Feriandi meraup segala tagihan pembayaran darah dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

Emmi, dari menejemen RSUD Embung Fatimah Batuaji Batam menegaskan: pemecatan dokter Feriandi sedang diproses atau digodok bersama BKD dan Direktorat Kota Batam. Disamping itu, sudah menyurati kepada Walikota Batam.

“Kami tahu informasi tidak pernah lagi dokter Feriandi masuk kerja dari PMI. Saat ini sudah dilakukan proses pemecatannya,” kata Emmi, Senin (12/6/2017) pada Wartakepri.

Tidak masuknya dokter Feriandi karena diduga membawa kabur dana pengelolaan Transfusi darah Palang Merah Indonesia ( PMI) Kota Batam sebesar 1,2 milyar dari Sri Soedarsono saat buka puasa bersama pada minggu lalu. Alumni Kedokteran Universitas Andalas Padang angkatan 2000 ini, sampai saat ini tidak lagi masuk kantor.

Sebelumnya, Ketua Yayasan PMI Kota Batam Sri Soedarsono mengatakan, dana pengelolaan Transfusi darah Palang Merah Indonesia (PMI ) sebanyak Rp 1,2 Milyar tahun 2015, dibawa kabur oleh dokter Feriandi.

Kemudian, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ), dokter Gunawan Budi SpOG membenarkan dan mengatakan uang tersebut telah dibayarkan kepada dokter Feriandi, dan diambilnya sendiri. Dan saat ini bagian kepegawaian telah memproses penghentian sebagai ASN sesuai undang undang ASN yang berlaku. Kata dr. Gunawan Budi.
(Nikson Simanjuntak )

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

PEMKAB BINTAN
DPRD BATAM
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES