Pangkalan TNI AU Raden Sadjad Natuna Gelar Operasi Lintas Elang Tempur

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Raden Sadjad Natuna bekerja sama dengan Skadron Udara 1 Supadio Pontianak melaksanakan Operasi Lintas Elang dengan satu Flight pesawat tempur Hawk 100/200.

Pulau Natuna merupakan gugusan pulau terluar paling utara yang berbatasan langsung dengan Vietnam, Malaysia, dan Singapura berada dibawah Pemerintah Daerah Provinsi Kepri.

Pulau yang memiliki posisi sangat strategis bagi jalur penerbangan dan pelayaran, sebagai pintu keluar masuk jalur internasional dan bahkan merupakan pulau yang paling rawan bagi keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia bila tidak dijaga dan tidak dioptimalkan kebaradaannya.

Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden sadjat Kabupaten Natuna dibawah pimpinan Kolonel Pnb Azhar merupakan kepanjangan tangan TNI AU yang berada di pulau Natuna.

Menyatakan siap untuk mengoptimalkan tugas penegakan hukum dan pengamanan wilayah udara nasional sebagaimana yang diamanatkan pasal 10 huruf b UU Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

” Kita selalu siap untuk menjalankan tugas yang diberikan guna menjaga kedaulatan udara NKRI, salah satunya adalah melaksanakan patroli udara di wilayah perairan yang menjadi tanggung jawab TNI AU,” ujar Danlanud, Selasa (13/6/2017).

Lebih lanjut dikatakan Danlanud,Pengamanan wilayah Udara Nasional berada di atas Pulau Natuna dan Kepri akan lebih mudah dan menguntungkan bagi bangsa Indonesia bila pelayanan Navigasi penerbangan yang kini dikelola oleh Malaysia dan Singapura dapat diambil alih oleh Pemerintah Indonesia.

Danlanud mengatakan keberadaan Elang Katulistiwa Lanud Raden Sadjad ini, selain sebagai pengamanan wilayah udara nasional di wilayah terluar NKRI. Juga merupakan salah satu upaya untuk dapat mengambil alih pengoperasian wilayah ruang udara diatas Kepulauan Riau dan Natuna.

Dimana saat ini masih dalam pelayanan navigasi Flight Information Region (FIR) Malaysia dan Singapura pada ketinggian 5.000 feet ke atas.

Sumber : Riky/Pentak RSA