Kapolres Natuna Ingatkan Warga Tentang Larangan Bermain Petasan


Please follow and like us:

  • 0
WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Untuk menjaga situasi kondusif serta dalam memberikan pemahaman tentang bahaya penggunaan bunga api dan petasan pada perayaan bulan suci Ramadhan 2017 dan Idul Fitri 1438 H di wilayah Kab Natuna.

Untuk itu, Kapolda Kepri telah mengeluarkan maklumat yang mengenai pelarangan petasan atau bunga api.

Kapolres Natuna, AKBP Charles P. Sinaga, menerangkan tentang maklumat Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.

Bapak Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Sam Budigusdian telah menerbitkan maklumat larangan semua jenis petasan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1438 Hijriyah.

“ Maklumat dikeluarkan dalam rangka memelihara situasi kamtibmas yang kondusif serta dalam memberikan pemahaman tentang bahaya penggunaan bunga api dan petasan, pada perayaan bulan Ramadan dan Idul Fitri 1438 H di wilayah Natuna,”kata Kapolres Natuna Caharles P Sinaga, Selasa (13/6/2017).

Maklumat ini didasarkan dari Undang-Undang Bunga Api Tahun 1932, lembar negara No.41 Tahun 1940 tentang pelaksanaan Undang-undang Bunga Api Tahun 1939 pada Pasal 2 dan Undang-undang Darurat No.12 Tahun 1951, pasal 359 KUH Pidana, Pasal 188 KUH Pidana dan peraturan Kapolri No.2 Tahun 2008 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial.

“Kemudian diturunkan dalam peraturan Kapolri, tentang bunga api mainan yang berukuran diameternya kurang dari 2 inchi sampai dengan 8 inchi, harus mendapat izin dari kepolisian. Bila dilanggar, pelakunya dapat dikenakan sanksi pidana,” imbuhnya.

Petasan atau mercon karena selain bisa melukai diri sendiri juga berbahaya bagi orang lain, sebagai contoh bisa mengakibatkan cacat dan kebakaran.‎

Sepintas bermain petasan memang menyenangkan. Namun petasan juga berbahaya. Ledakan petasan berukuran besar menciptakan energi yang cukup kuat untuk mematahkan jemari tangan.

Suara yang terlalu keras juga bisa memecahkan gendang telinga. Padahal, jika gendang telinga pecah, manusia akan tuli.

Bahaya lain, potasium nitrat sangat mudah terbakar. Potasium nitrat dapat terbakar pada suhu yang rendah, misalnya karena paparan sinar matahari atau disimpan dalam tempat tertutup.

“Kita sudah intruksikan seluruh polsek di tiap kecamatan agar segera memasang himbauan tersebut bagi Warga bila tidak di indahkan himbauan larangan ini akan ada sangsi,” tutur Carles.

Kita telah memasang spanduk maklumat di kota Ranai Dengan Lokasi Pemasangan halaman Mapolres Natuna, halaman Mapolsek Bunguran Timur,mapolsek Bunguran Barat dan Pelabuhan Sedanau Kec. Bunguran Barat Kab. Natuna. Tutup Kapolres. (*)

Laporan : Rikyrinovsky

Please follow and like us:

  • 0

PEMPROV KEPRI
PEMKAB BINTAN
DPRD BATAM
PEMKAB LINGGA



KADIN _ FORPI
Custom Search