Sam Hwat: Cecelia Harusnya Ikut Ditangkap dan Dipenjara Soal Rumah Darussalam

Wartakepri.co.id, Batam – Terdakwa Sam Hwat selaku direktur PT Sere Trinitatis Pratama, dengan lantang memohon pada majelis hakim agar memenjarakan saksi Cecelia, yang tidak lain anak kandung dari komisaris, Sutikno.

“Pak hakim, harusnya saksi Cecelia ini ikut dipenjara karena dia juga ikut menerima uang Downpayent ( DP) penjualan perumahan, itu”kata Sam Hwat, Kamis (15/6/2017) diruang sidang pengadilan negeri Batam.

Permohonan terdakwa Sam Hwat ini bukan tidak beralasan, karena saksi Cecelia saat itu ikut menerima dan kemana uang tersebut digunakan. Jadi kenapa harus saya  yang ditumbalkannya. Sementara, uang sebanyak Rp279,5 juta itu adalah dari DP 559 unit rumah dikali Rp500 ribu per unit.

Uang tersebut saya keluarkan untuk pembebasan lahan, bayar kolam dan bayar kebun warga yang ada di sekitar lokasi perumahan PT Sere Trinititas Pratama di Tanjung Piayu. Kemudian, PT Martha Tilar Indoperkasa selaku marketing untuk penjualan rumah dibawah yayasan Darussalam. Kata terdakwa Sam Hwat.

Sementara, saksi pelapor yaitu Sutikno mengakui bahwa ada kerjasama penjualan dengan PT Martha Tilar, dengan sistem komisi. Kemudian, setiap bulan pada tanggal 25, PT Martha Tilar wajib menyetorkan uang yang masuk ke PT Sere Trinititas Pratama, namun uang tersebut disetorkan ke rekening pribadinya terdakwa. Ungkap Sutikno

Uang DP dari 559 unit rumah itu, sempat mau diserahkan terdakwa Sam Hwat secara cash tapi saya tolak, karena dokumen pembelian rumah tidak lengkap.

Maka uang itu dititipkan di bank dengan membuka rekening bersama dengan Cecelia. Ternyata uang itu, sudah diambil terdakwa lagi dengan bukti nota nota pengeluaran yang diberikan. Namun saat itu tidak pernah saya melihat bukti notanya karena hanya melalui telepon saja. Terang ayah Cecelia, Sutikno.

Atas dasar inilah, saya melaporkan terdakwa Sam Hwat ke polisi karena tidak dapat mempertanggungjawabkan dan membuktikan pengeluaranya kurang lebih 100 jutaan. Terang Sutikno
( Nikson Simanjuntak )