Kerugian Akibat Dibakarnya 18 Rumah Glory Home Mencapai Rp 3 Miliar

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Bos PT Glory Point, Riki Lim memberikan keterangan dalam persidangan tiga terdakwa pelaku pembakaran 18 unit rumah di komplek Glory Home Bengkong Swadaya Kota Batam, Kamis (15/6/2017).

Menurut Riki Lim, kejadian ini terjadi saat dilakukan oleh tim eksekutor terpadu yang di pimpin Pengadilan Negeri Batam, terhadap lahan seluas 40.820 meter di lokasi Bengkong Harapan Swadaya Kota Batam beberapa bulan lalu. Lahan yang sudah berkekuatan hukum tersebut, dimenangkan oleh PT Kencana Raya Maju.

Ekesekusi pertama gagal karena beberapa warga yang menempati lahan itu tidak mau meninggalkan lokasi dan melakukan perlawanan dengan membakar ban, melempari tim eksekutor menggunakan bom molotob hingga pembakaran 18 unit rumah milik konsumen di perumahan Glory Home.

‘Atas kejadian tersebut, para konsumen yang tinggal di perumahan Glory Home mengalami kerugian sekitar Rp 3 Milyar. Rumah tersebut memang tidak memiliki asuransi kebakaran,” terang Riki Lim

Ketiga terdakwa antaralain : Sumardianto, Sumarno dan Ismail. Mereka inilah yang diduga sebagai dalang pemicu pembakaran. Karena dari tangan ketiganya saat penangkapan ditemukan ratusan bom molotob yang diisi dalam botol.

Atas perbuatan ketiga terdakwa, Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Rumondang Manurung SH mendakwakan demgan pasal berlapis.

“Tiga terdakwa didakwakan pasal yaitu: pasal 187 ayat 1 tentang pembakaran, pasal 170 ayat 1 dan pasal 214 ayat 1.”kata Jaksa Rumondang SH.

Perkara ini disidangka oleh ketua majelis hakim Agus Rusianto SH.MH, dengan anggota Jasael Manulang SH.MH dan Chandra SH. Sidang kembali digelar minggu depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainya.

( Nikson Simanjuntak )

Berita Terkait


BINTAN
DPRD BATAM
LINGGA
KADIN _ FORPI