Wooouuu….Ini Jawaban 30 Helm, Yang Disita Imigrasi Batam

Wartakepri.co.id, Batam – Permainan nomor antrian dengan menggunakan helm maupun tas saat mau pengurusan paspor di kantor Imigrasi Kelas 1 Batam, memilki jaringan yang rapi antara oknum pegawai dengan para calo.

Dari penelusuran tim wartakepri dilapangan membuahkan hasil, saat tim mencoba berpura pura ikut mau menggurus paspor di pagi hari sekitar pukul 02.45 wib, seseorang calo datang dan menawarkan jasanya.

“Mas mau ngurus paspor atau apa. Kalau mau dapat nomor antrian paling depan harganya bervariasi mulai dari 100 ribu. Seperti itu ( helm dan tas yang sudah dijejerkan di pintu luar pagar kantor imigrasi ),” kata seorang calo

Saat itu, tim mengiyakan dengan jawaban nanti ya mas. Namun, tim terus kembali mencari informasi dari siapa sebenarnya awal pemberi nomor antrian tersebut pada calo. Akhirnya terjawab sudah, ada oknum bermain tanpa sepengetahuan kepala Imigrasi.

Mungkin masyarakat lain yang pernah menggurus paspor di Imigrasi Batam pasti merasakan, sekalipun datang duluan namun saat pemanggilan nomor yang kita pegang sudah diatas puluhan.Ternyata, nomor antrian helm diluar pagar inilah yang menjadi pertama dipanggil.

Kepala Imigrasi juga telah mengakui, helm dan tas yang berjejer di luar pagar kantor Imigrasi merupakan rekayasa para calo. Dengan tujuan, bahwa di kantor Imigrasi seakan akan antri paspor sangat sukar, padahal kantor baru buka jam 7 pagi.

“Helm dan tas yang dijejerkan itu, rekayasa para calo, seakan akan antri paspor itu sukar di kantor imigrasi Batam,”kata Teguh Prayetno SH, Kamis ( 15/6/2017) lalu.

Ruang gerak para calo sebenarnya sudah dipersempit sejak Teguh menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi pada bulan Nopember 2016 silam. Inilah kebijakan awal yang dilbuatnya yaitu: melarang para calo dan pengurus jasa keimigrasian untuk beroperasi di Kantor Imigrasi Batam.

Dengan tegas juga Teguh mengatakan, tidak akan mentolelir calo dan pengurus jasa keimigrasian untuk masuk tempat pelayanan paspor. Kemudian, tidak ada memberikan peluang kepada calo untuk beroperasi didalam halaman kantor Imigrasi Batam. Tuturnya

Lanjutnya, atas rekayasa helm dan tas tersebut, sebanyak 30 helm kami sita dan diamankan karena tidak ada pemiliknya.

( Tim )

Berita Terkait


BINTAN
DPRD BATAM
LINGGA
KADIN _ FORPI