Pekan Expo dan Perkenalkan Tampilan Baru Merk Dagang Tulisan Natuna


WARTAKEPRI.co.id NATUNA – Ayo bangkit kenalkan brand atau gaya baru tulisan Natuna. Sekarang nama NATUNA huruf balok berwarna biru muda telah resmikan demikian sampaikan Bupati Natuna Hamid Rizal usai pembukaan pekan Natuna Expo, sekaligus Launching Branding Natuna.
Logo baru ini di desain oleh‎ Aries Budi Hartanto pakar Maketing Communication seniman asal Jakarta, Sabtu,(29/7/2017) malam di Lapangan Bola SMP 1 Ranai dan se jalankan dengan hari jadi Kota Ranai ke 146 Tahun.

Hamid Rizal mengatakan, saya mengharapkan kegiatan ini terus berkala tentunya akan berdampak dari segala sektor meningkatnya kunjungan wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

Namun kami menyadari berapa tahun yang lalu hingga hari ini belum terjadi peningkatan kunjungan wisata yang siknifikan hal ini disebabkan tiga Faktor.

Pertama di masa lalu kita belum fokus untuk mengembangkan pariwisata daerah sehingga objek wisata belum dapat ter benahi dengan baik.

Lanjut Bupati Hamid, kedua keragaman budaya atraksi dan berbagai asli khazanah asli daerah belum dapat dijadikan sumber pendapatan daerah menghidupkan pelaku sanggar seni.

Ketiga promosi yang masih belum maksimal terkait dari sisi anggaran yang terbatas hingga belum mampu membiayai program yang telah dirancang bagi pengembangan Pariwisata.

” Upaya pengembangan sektor pariwisata sejauh ini hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata,” terang Hamid.

Sambung Hamid, melalui dinas pariwisata dan belum mendapatkan dukungan dari berbagai input lainnya, serta belum adanya kebijakan yang mengatur upaya percepatan pembangunan pariwisata secara ter integrasi dan terpadu.

Untuk itu sambung Hamid ,pada tanggal 27 Mei 2017 yang lalu, pemerintah daerah telah membentuk tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Natuna(TP3N).

Tujuan Tim ini untuk menggesa pengembangan pariwisata di Kabupaten Natuna lebih terpadu dan berkelanjutan seluruh organisasi daerah mempunyai tanggung jawab yang sama dapat mengarahkan program telah di rancang lebih fokus untuk mendukung pengembangan pariwisata.

Masih kata Bupati, pekan Expo Natuna ini menjadi tonggak penting bagi pemerintah kabupaten Natuna mengesa upaya percepatan pengembangan sektor pariwisata.

Melalui tiga momentum penting ini hari jadi kota Ranai, pada tanggal 27 juli 2017 genap berusia 146 tahun.

Status kota Ranai sebagai pusat pemerintahan telah lahir dan ditetapkan pada tanggal 27 juli 1871 bedasarkan penelitian balai pelestarian sejarah dan nilai tradisinonal di Tanjungpinang selaku unit pelaksana teknis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Masih kata Hamid, pada momentum inipula sambung Bupati, tangal 27 juli usulkan ke kementerian Pariwisata agar menjadi kalender pariwisata akan selenggarakan secara rutin tiap tahun.

“Brending “Natuna” nantinya menjadi merek dagang dapat menyentuh dan mudah diingat seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan dunia akan berdampak pada kunjungan wisatawan.

Pekan Natuna Expo 2017 selama empat digelar di Kota Ranai dan Pulau Senoa juga menjadi bagian dari langkah promosi wisata Natuna baik dari sisi kebudayaan, alam dan tujuan wisata lainnya.

” Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan dalam rangka mendukung promosi dan percepatan pembangunan sektor pariwisata.

Di akhir sambutan bupati bersama unsur Muspida dan Ketua DPRD Natuna Yusripandi secara simbolik menekan tombol dengan ditandai bunyi serine dan pelepasan puluhan lampion oleh Bupati dan tamu undangan, serta berbagai kegiatan atraksi budaya bukanya secara resmi pekan expo Pariwsata Natuna 2017.

Sementara itu, Kadisparbud Natuna, Erson Gempa, mengatakan, bahwa golnya kegiatan Pekan Expo Pariwisata tersebut, yaitu meningkatnya kunjungan wisatawan serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di Natuna.

Erson Gempa Apriandi merincikan percepatan pariwisata Natuna. Program dari Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Natuna telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Natuna nomor 193 tahun 2017, lanjut Erson.
 

TP3N dibentuk dan bertugas melakukan pembenahan, pembangunan, peningkatan infrastruktur pariwisata di objek dan daya tarik wisata yang telah ditentukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna secara sinergi, kontinue, dan terkoordinasi. (*)
Secara umum program kegiatan SKPD yang tergabung dalam Tim TP3N harus mengarah dan bermanfaat, serta dapat menunjang pengembangan pariwisata Kabupaten Natuna.

Penyusunan program kegiatan SKPD tersebut dilaksanakan dalam rapat tim yang dipimpin oleh Ketua/Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Natuna.

Sedikitnya ada 11 titik sasaran pengembangan pariwisata Natuna, yang ditetapkan berdasarkan keputusan gubernur. Meliputi prioritas pertama dan prioritas kedua.

Lokasi prioritas utama meliputi, Pulau Senoa di kecamatan Bunguran Timur, Pantai Teluk Depeh kecamatan Bunguran Selatan, Lokasi hutan bakau (mangroove) di Pering Bunguran Timur, Pantai Teluk Selahang/Pantai Tanjung kecamatan Bunguran Timur Laut, Area Pantai Batu Kasah kecamatan Bunguran Selatan.

Sedangkan lokasi prioritas kedua diataranya, Pulau Kemudi dan Jantai di kecamatan Bunguran Selatan, Air Terjun gunung Ranai kecamatan Bunguran Timur, Pantai Sisi kecamatan Serasan, Pulau Setai dan Setanai kecamatan Pulau Tiga, dan Pantai Pasir Marus di Sedanau kecamatan Bunguran Barat.

Pulau Natuna adalah gugus kepulauan, yang dengan cara administratif masih termasuk lokasi Kepulauan Riau.

Pulau ini ditempati oleh sekitaran 69 ribu jiwa, berdasarkan atas sensus masyarakat pada 2010 lantas. Natuna ada di dalam perairan Selat Karimata.

Di Kepulauan Natuna, kota intinya bernama Ranai. Kota ini ada di Pulau Bunguran.

Satu pulau paling besar diantara pulau lain seperti Sedanau,Midai, subi,Serasan dan pulau laut.

Lantaran letak kota Ranai di pinggir pantai jadi apabila kita ada disana, lautan lepaslah yang bakal jadi panoramanya.(*)

Penulis:Rikyrinovsky






KADIN _ FORPI