Laksma TNI R.Eko, Himbau Seluruh Anggota Wajibkan Pakai Stiker 72 Kemerdekaan


PEMPROV KEPRI

Please follow and like us:

  • 6

Wartakepri.co.id, Tanjungpinang –  Cintai dan hargai perjuang kemerdekaan untuk merebut bangsa dari tangan penjajah. Dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72, Lantamal IV TNI Tanjungpinang wajibkan pemasangan Bendera Merah Putih dan Stiker “72 Tahun Indonesia Kerja Bersama” di Seluruh Kendaraan Dinas.

Komandan Lantamal IV Laksma TNI R.Eko Suyatno, mengintruksikan keseluruh Kantor/ Ksatriaan, Perumahan jajaran Lanal, Posal hingga Posmat ( Pos Pengamat ) yang berada dipelosok perbatasan untuk melaksanakan pemasangan Bendera Merah Putih ,Umbul-umbul dan pemasangan stiker diseluruh kendaraan Dinas selama satu bulan penuh.

Hal ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat dan menindak lanjuti instruksi dari Mabes TNI/TNI AL. Kata Laksma TNI R Eko Suyatno di Lapangan Apel Mako Lantamal IV Tanjungpinang ( Senin.7/8 2017 ).

Menindak lanjuti instruksi tersebut Komandan Denma Lantamal IV Letkol Laut (P) Rahmat Arif, memimpin langsung pelaksanaan pemasangan bendera dan stiker “72 Tahun Indonesia Merdeka Kerja Bersama” di Kendaraan Dinas Lantamal IV.

Disamping itu seluruh Komplek perumahan Kantor/ Ksatriaan Lanal, Posal dan Posmat telah melaksanakan pemasangan bendera. Hal ini untuk menyemarakkan 72 tahun Kemerdekaan Indonesia hingga kepelosok perbatasan Indonesia.

Adapun Tema dan logo “72 tahun Kemerdekaan Indonesia”. Filosofinya, berasal dari kata Kerja Bersama dan gotong royong. Kerja sama, disebutkan sebagai prinsip dasar masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa.

’’Gotong royong merupakan manifestasi konkrit dari semangat kebersamaan antar-masyarakat dalam bahu-membahu dan tolong menolong,’’ jelas orang nomor satu di Lantamal IV.

Muara dari tema Indonesia kerja bersama merupakan representasi dari semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Standar ukuran dari logo yang dipasang diseluruh kendaraan dikeluarkan Sekertaris Negara dan menegaskan: struktur logo dan logogram tidak bisa berdiri sendiri. Jadi, harus dipakai dalam kesatuan yang utuh. Selain itu, untuk menjaga keterbacaan, logo tidak boleh digunakan dalam ukuran yang lebih kecil sehingga dapat terbaca.

Ketentuan lain dalam penggunaan logo, tidak boleh didistorsi, diputar, maupun dibalik. Logo juga tidak boleh diganti warna. ’’Logo tidak boleh diubah atau dipotong sebagian. Logo juga tidak boleh digunakan dengan efek gambar yang tidak relevan,’’ ujarnya, menirukan himbauan sesuai standar yang dipersyaratkan oleh Setneg.

Aturan Setneg juga menegaskan, kalau logo tidak diperbolehkan diletakan di atas pada foto berwarna. Logo tidak diperbolehkan diisi oleh foto hitam putih maupun berwarna. ’’Logo tidak diperbolehkan diletakan di atas warna latar yang serupa dengan warna logo,’’. Tuturnya

Dispen Lantamal IV, Kepala Dispen Lantamal IV.
Ttd
Drs.Josdy Damopolii
Mayor Laut (KH) Nrp.12344/P

Please follow and like us:

  • 6

DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN