Menteri Susi Prihatin 9 Juta Ton Sampah Mencemari Laut Indonesia


PEMPROV KEPRI

Please follow and like us:

  • 0

WARTAKEPRI.co.id NATUNA – Mengejutkan sembilan juta ton sampah plastik setiap tahun dibuang ke laut di Indonesia. Karena itu, Indonesia saat ini menyandang predikat negara penyumbang sampah terbanyak ke dua di dunia. Atas dasar itu Menteri Kelautan RI Susi Pudjiastusi mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut Natuna.

“Untuk itu kita imbau kepada semua masyarakat Natuna dan  bergandeng tangan lakukan gerakan bersih pantai agar tidak membuang sampah khususnya plastik ke laut,” kata Susi saat kunjungan kerja di Kabupaten Natuna, Senin (7/8/2017).

Natuna memiliki begitu banyak pulau yang sangat indah, salah satunya adalah Pulau Senoa. Keindahan pulau yang merupakan salah satu dari pulau terluar juga diakui Susi Pudjiastuti yang menghabiskan akhir pekannya minggu lalu di Natuna.

Susi sangat prihatin apa terjadi di laut Natuna, dimana lautnya sangat indah namun sayang masih banyak terlihat sampah plastik memenuhi lautan. Maka otomatis ikan akan hilang dan akhirnya mengurangi pendapatan nelayan serta merusak trumbu karang yang ada di sekitarnya.

Menurut dia, sampah plastik yang dibuang ke laut harus ditangani khusus dengan mengangkutnya ke darat.

Namun sayangnya menurut Menteri Susi, keindahan laut dan kepulauan Natuna, sebagian besar telah rusak dan tercemar oleh sampah plastik yang banyak beliau temukan berserakan di Pulau Senua dan juga di laut.

” Jika seperti itu terus maka laut akan penuh dengan plastik, jadi jangan lagi dibuang ke laut atau sungai ya sampah plastiknya,” imbaunya.

Ia menekankan agar sampah plastik bisa ditangani secara khusus, sehingga tidak akan merusak ekosistem yang ada di laut.

“Nanti lebih banyak sampah plastik dari pada ikannya,” cetusnya.

Selain mengimbau untuk tidak membuang sampah plastik, Menteri Susi juga menekankan agar tidak melakukan pemboman ikan. Saat ini Pemerintah telah menganggap penting keberadaan Natuna sebagai salah satu pulau terluar yang memiliki sumberdaya alam dan kelautan yang sangat luar biasa.

Kepedulian pemerintah terhadap Natuna telah dibuktikan dengan memberi nama laut Natuna menjadi laut Natuna Utara.

Oleh karenanya mentri kelautan Susi Pudjiastuti mengajak seluruh elemen masyarakat Natuna untuk bersama- sama menjaga kelestarian laut dengan tidak membuang sampah plastik ke laut.

“ Jadi rumahnya dibalik, belakangnya di pinggir jalan dan beranda depannya laut, kalau depannya laut kan tidak mungkin lagi membuang sampah ke laut, dan belakang juga tetap bersih karena berada dibagian pinggir jalan,” ujar Susi.

Tempat sama empat nelayan Natuna mendapatkan premi asuransi kematian dari Pemerintah masing-masing sebesar Rp160 juta.

Selain menyerahkan santunan asuransi nelayan Susi Pujiastuti juga menyerahkan 2 unit paket kapal pengangkut ikan sebesar 30 Grosston dengan nama KM Nelayan 2016-02 dan KM Nelayan 03. Total bantuan yang diterima para nelayan ini mencapai Rp5 milyar.

Menteri KKP Susi Pujiastuti juga berdialog dengan para warga nelayan yang hadir seputar permasalahan sumber daya perikanan dan sarana pendukungnya.(*)

Tulisan : Rikyrinov.

Please follow and like us:

  • 0

DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN