Dua Korban Tewas, Anggaran Pemeliharaan Taman Hijau Batam di Pertanyakan DPRD


PEMPROV KEPRI

Please follow and like us:

  • 6

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Upaya untuk lebih memaksimalkan pemeliharaan taman dan perawatan pohon hijau di Kota Batam, dinilai masih belum maksimal. Sementara dana atau anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah Batam setiap tahun lumayan besar.

“Kami mempertanyakan anggaran atau dana perawatan dan pemeliharaan taman dan pohon hijau itu dibuat. Hingga ada pohon yang sudah busuk dan tumbang karena tidak dirawat. Akibatnya, memakan dua korban jiwa,” kata anggota komisi 1 DPRD Batam, Yudi Kurniawan, didampingi Harmidi Umar Husein, Jurado dan Fauzan, Senin (14/8/2017) diruangannya saat menerima perwakilan ahli waris dari kedua korban tersebut.

Lanjut Yudi, anggaran pemeliharaan taman dan pohon penghijauan itu ada. Kenapa tidak dirawat dan banyak yang rusak. Kami akan panggil dinas terkait, terkait adanya warga yang menjadi korban atas tumbangnya pohon tersebut. Pengaduan warga ini kami terima dan akan dirapatkan dikomisi 1 yang membidangi hukum.

Abu bersama dua temannya yang mewakili keluarga dari dua remaja yang meninggal dunia, akibat tertimpa pohon yang tumbang di pinggir jalan raya Seraya Atas menjadi sorotan bagi warga dan anggota komisi 1 DPRD Kota Batam. Secara khusus dari Ikatan Keluarga Sumatera Selatan dan Jawa Barat.

Perwakilan tersebut menyuarakan, bahwa dinas terkait dalam hal ini Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan ( DISPERKIMTAM ) Pemko Batam, dan BP Kawasan tidak ada perhatianya pada keluarga korban atas kelalaiannya.

” Kami sudah mendatangi BP dan dinas Disperkimtam, tapi tanggapan tidak ada dan malah kami diover sana sini seperti bola,” tutur Abu Nawas, selaku ketua IKSS Batuampar.

Berita sebelumnya, Almarhum Andriansyah
( 17) salah satu korban dari dua orang yang meninggal akibat tertimpa pohon. Nyawa keduanya tidak dapat tertolong, karena pohon yang tumbang persis menimpa bagian kepalanya dan lukanya cukup parah.

Penanaman pohon dipinggir jalan yang dilakukan oleh dinas pertamanan sebelumnya, terbilang asal asalan karena tidak sesuai dengan kultur tanahnya.
Hal ini diungkapkan Rut salah seorang pemerhati lingkungan hidup pada media ini.

Menurutnya, Jenis pohon yang ditanam dinilai tidak sesuai dengan kultur tanahnya. Karena cara menanamnya terkesan asal asalan dan salah, maka batang pohon murah rapuh dan tumbang.

“Jenis tanaman pohon di perkotaan ada beberapa pilihan, seperti jenis pohon Angsana. Sebenarnya jenis pohon ini kuat, tapi kalau menanamnya asal asalan maka murah rapuh dan tumbang,” ujar Rut

Lanjut Rut, pohon yang ditanam di Kota Batam dilakukan memakai stek sehingga akar pohon menjadi serabut. Bahkan pohon ditanam di atas aspal dan akarnya tidak kuat menancap ke dalam tanah. Ini sangat penting untuk diperhatikan, dan jenis pohon nya juga harus disesuaikan dengan kultur tanah di Batam. Tuturnya

( Nikson Simanjuntak )

Please follow and like us:

  • 6

DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN