Selesai akhir 2017, Pasar Desa Teluk Sasah Sediakan 36 Meja dan 4 Kios


WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Masyarakat Desa Teluk Sasah, Kec Sri Kuala Lobam tentu akan senang karena Pembangunan Pasar Rakyat Desa Teluk Sasah ditargetkan akan selesai di akhir tahun 2017 ini.

Nantinya bukan hanya soal kebutuhan primer yang tersedia disana, bukan juga hanya sekedar wadah untuk jual beli, namun lebih dari interaksi sosial-ekonomi yang dibutuhkan, karena pasar merupakan sebuah perusahaan besar yang akan mampu menampung para pekerja dengan bentuk segmen jenis pendidikan apa pun itu.

Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa Pasar Rakyat yang berada di Perumahan Lobam Mas Asri Desa Teluk Sasah Kecamatan Seri Kuala Lobam merupakan pasar rakyat pertama yang dibangun di Kecamatan Sri Kuala Lobam. 

Pasar yang dibangun dengan luas 500 m2 ini, setidaknya akan menyediakan sekitar 36 meja dagang serta 4 kios dan fasilitas pelengkap lainnya.

Ditambahkannya juga, bahwa dengan anggaran pembangunan lebih kurang 2 Miliar Rupiah, harapannya pasar ini akan menjadi cerminan karakter dan tempat berintikan bagi masyarakat Desa Teluk Sasah. 

Dirinya juga berpesan, agar setelah Pembangunan Pasar rampung yang paling penting adalah bagaimana proses keberlanjutan pasar itu sendiri. ‎

” Tentunya harapan kita, setelah Pembangunan Pasar terwujud, masyarakat dapat ikut bersama-sama untuk menggunakan, menjaga, merawat serta terlibat pengelolaan pasar. Pembangunan pasar memang penting, namun keberlangsungan pasar jauh lebih penting,” ujarnya ketika dihubungi, Minggu pagi (27/8/2017).

Menurutnya, konsep pengelolaan dan pengembangan pasar amat dibutuhkan. Oleh sebab itu, nantinya pengelola pasar, masyarakat desa, dan unsur terkait lainnya diminta untuk berperan serta dalam mengaktifkan penggunaan pasar sehari-hari, agar nantinya ada interaksi perputaran ekonomi disana.

” Pembangunan pasar rakyat dapat dikatakan tepat sasaran, apabila ada aktivitas masyarakat disana. Tentunya kita tidak ingin, apabila anggaran besar yang sudah kita bangun, berlangsung sia-sia karena masyarakat enggan mengaktifkan nya,” tutup nya.(*)

Sumber : mcbintan







KADIN _ FORPI