Manuver Tim Bakamla Beraksi Selamatkan Sandera di Timur Laut Pulau Bintan


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kegiatan Multilateral Exercise Southeast Asia Cooperation and Traning (SEACAT) tahun 2017 diselenggarakan oleh United States Commader, Logistics Group Western Pasific (US COMLOG WESPAC) yang berpangkalan di Singapura.

Kegiatan ini dilaksanakan rutin 1 kali dalam setahun sejak tahun 2002 diikuti oleh Angkatan Laut dan Coast Guard. Kegiatan latihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kerjasama dalam menghadapi tantangan keamanan maritime dengan titik berat latihan dalam bentuk Maritim Interdiction Operation dan boarding party.

Rangkaian Multilateral SEACAT 2017 dilaksanakan dalam 3 phase antara lain :

1.Phase I, yang berisi Command Post Exercise (CPX) dan Field Training Exercise (FTX) dilaksanakan pada tanggal 15 s.d 26 Agustus 2016 (Academics). Kegiatan MOC Training dan CPX terpusat di Command and Control Centre (C2C) Changi Naval Base (CNB) Singapura;

2.Phase II, Boarding Workshop pada tanggal 21 s.d 23 Agustus 2017 dilaksanakan VBSS yang melibatkan US Coast Guard Law Enforcement Detachments (LEDETs), di Manila dan Philipina;

3.Phase III, CPX pada tanggal 28 Agustus s.d 01 September 2017, melibatkan Liasion Officers dari seluruh Negara peserta berposisi di C2C Canghi Naval Base Singapura  dan dilanjutkan di Multi National Coordination Centre (MNCC) Brunei sebagai Maritime Command and Control Hq. Pada tahap FTX/manuver Bakamla akan melibatkan KN Belut Laut 4806 beserta 1 (satu) tim VBSS, dengan area latihan Timur Laut Pulau Bintan

Pihak US akan menyiapkan 3 (dua) asset/Kapal yang bertindak sebagai Contact of Interest (COI) untuk menerima team boarding dari negara peserta latihan yang beroperasi di 3 area I (MV Marstan) di Thailand dan Malaysia, Area II (MV Sunny Queen) di Indonesia dan Singapura, area III (USNS Millinocket) di Philipina dan Brunei.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan kerjasama dan menghadapi tantangan keamanan maritime pada kegiatan tahun ini di area II skenario latihan yang akan dilaksankan adalah illegal fishing dan smuggling.(*)

Rilis
Kasubbag humas Bakamla RI, kapten marinir mardiono

Kiriman : Andi Pratama







KADIN _ FORPI