BP Batam Diduga Beri Ruang Pada Calo Lahan, Terdakwa Ismail Tipu Fie Fie Rp.1.2 Milyar


Wartakepri.co.id, Batam – Banyak percaloan tanah di Batam diduga karena adanya ruang yang diberikan BP Batam atau Kawasan. Seperti kasus penipuan yang dilakukan oleh terdakwa Ismail bersama temanya terdakwa Ruslan dan Amir ( DPO). Ketiga orang ini merupakan mafia calo lahan dengan berpura pura punya kenalan di BP Batam dan banyak tahu tentang lahan kosong.

Peluang yang diberikan oleh BP  Batam adalah dimana setiap orang dapat membayarkan 10 persen melalui Bank hanya untuk pencadangan beli lahan, tanpa terlebih dahulu mengecek lahan kosong yang mana. Setelah itu, baru membayar kembali 10 persen untuk pengukuran dan belum termasuk sukses fee tim pengukur lahan.

Dalam perkara ini, terdakwa Ismail dan Ruslan telah membayarkan 10 persen pembelian lahan melalui Bank. Setelah itu, keduanya baru mendapatkan selembaran “skep” atas pembayaran tersebut. Dengan modal skep itu, terdakwa menawarkan lahan kepada saksi Fie Fie dengan harga Rp.1. 250.000.000 milyar.

Dari keterangan saksi Gaung Wibowo, staf bidang tanah BP Kawasan menerangkan : bahwa terdakwa Ismail, Ruslan dan Amir ( DPO) menjual lahan atau tanah milik Poni Kasendar, setelah dilakukan pengecekan berkas. Namun dalam persidangan tersebut sangat disayangkan, Jaksa tidak ada bukti bahwa tanah itu milik Poni Kasendar karena pembayaran masih diterima BP Batam.

Awal terjadinya kasus ini sekitar bulan Juni 2016, saksi korban Fie-fie bersama dengan suaminya saksi Jang Sang als Aseng bertemu dengan terdakwa Ismail dan Amir (DPO) di daerah Sukajadi Kecamatan Batam Kota. Menurut keterangan dari terdakwa Ismail dan Amir (DPO), bahwa Ruslan bin Jasman selaku Direktur PT. TRIO PUTRA ANANDA, yang merupakan pemilik lahan berupa sebidang tanah dengan luas lebih kurang 1.000 m2 yang terletak di Batam Centre tepatnya di belakang Perum Puri Batam Center.

Terdakwa Ruslan yang sudah duluan divonis dengan pidana hukuman 3 tahun penjara, dihadirkan sebagai saksi dalam perkara terdakwa Ismail. Dalam keterangannya menyatakan, ia dihubungi oleh Amir yang mengatakan lahan tersebut dalam penggurusan ke BP Batam. Dimana saat itu, Amir datang kepadanya untuk meminjam perusahaan yaitu PT Trio Putra Ananda.

“Perusahaan saya dipinjamkan oleh Amir, dengan janji mendapat fee 10 persen. Namun Amir baru memberikan Rp 15 juta ” kata terdakwa Ruslan pada majelis hakim dan jaksa penuntut umum, Kamis (30/8/2017) di persidangan Pengadilan Negeri Batam.

Atas perbuatan terdakwa ini sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kata Jaksa Pengganti, Rosmala Sembiring SH.

 

 

( Nikson Simanjuntak )







KADIN _ FORPI