Hiu dan Udang Terlarang Ternyata Dijumpai di Pasar Ikan di Kijang‎ Bintan


WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia LKPI kabupaten Bintan melakukan sidak ke Pasar Barek Motor Kijang Bintan. Tim kaget mendapatkan ikan yang dilarang dipancing dapat ditemukan di pasar.

Seperti di‎ salah satu pengusaha ikan milik Cuti dan Ahwat di daerah Barek Motor, Minggu (3/9/17) terkait pelarangan exports dan import beberapa jenis ikan hiu, yang dilindungi, beserta udang lobsters,dan kepiting bakau.



Ketua LKPI bintan Hasan menegaskan sesuai peraturan menteri kelautan dan perikanan repubik Indonesia nomor 59/PERMEN-KP/2014 bahwa semua yang tertuang didalam peraturan pemerintah tersebut dilarang dan melanggar hukum.

Dari hasil sidak tersebut Hasan menemukan beberapa jenis ikan hiu yang dilindungi Salah satunya ikan hiu martil,(Sphyrna SPP) sesuai pasal 2 ayat 1dan 2.

1.Setiap Orang dilarang mengeluarkan ikan hiu koboi (Carcharhinus longimanus) dan ikan hiu martil (sphyrna spp) serta produk pengolahannya dari wilayah negara republik Indonesia.

2.Ikan hiu martil (sphyrna spp) sebagai mana dimaksud pada ayat 1 terdiri dari 3 (tiga) spesies,yaitu:
a. Sphyrna lewini;
b. Sphyrna mokarran; dan
c. Sphyrna zygaena.

Pemilik usaha penampungan ikan berhasil di jumpai oleh ketua LKPI bintan di tempat kerjanya hasan langsung memberikan pengarahan tentang peraturan pemerintah nomor 59 tahun 2014.

Saat dijumpai Cuti nama pemilik usaha tersebut akan langsung mensosialisasikan kepada para anggota pekerjanya terkait jenis ikan yang diilindungi oleh negara setelah usai menerima penjelasan dari ketua LKPI Bintan Hasan.

Hasan juga merasa bangga bisa mensosialisasikan peraturan pemerintah terkait larangan exsport dan import kepada pengusaha ikan di kijang dan bisaa selesai dengan Cara kekeluargaan,dan hasan juga akan mensosialisasikan kepada seluruh pengusaha ikan di kabupaten Bintan sesuai daerah tugasnya,” tutur hasan. (*)

Tulisan Rama







KADIN _ FORPI