KAHMI Kepri Desak Gubernur Buka Camp Vietnam Barelang untuk Muslim Rohingya


PEMPROV KEPRI

Please follow and like us:

  • 6

WARTAKERI.co.id, TANJUNGPINANG – Mencermati perkembangan terkini terhadap Ummat Muslim Rohingya di Myanmar, Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kepulauan Riau mengeluarkan pernyataan sikap, tentang aksi kekerasan dan pembantaian umat islam Rohingya di Myanmar. Berikut pernyataan sikap MW Kahmi Kepri dalam siaran persnya yang diterima WartaKepri, Senin (4/9/2017), tertanda Ketua dan Suryadi selaku Sekretaris Umum.

A. Bahwa telah terjadi berulang-ulang aksi kekerasan dan pembantaian golongan minoritas Muslim dan etnis Rohingya di wilayah Provinsi Rakhine, Negara Myanmar. Aksi kekerasan dan pembantaian tergolong tragedi kemanusiaan sadis dan keji, kekejaman jauh melampaui kebiadaban pernah terjadi di dunia.

B. Bahwa Aksi kekerasan dan pembantaian minoritas umat Islam dan etnis Rohingya ini telah mengkoyak-koyak rasa kemanusiaan masyarakat dunia yang sedang berjuang menegakkan prinsip2 Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Aksi kekerasan dan pembantaian ini telah menelan korban jiwa penyiksaan dan pembantaian ribuan anak-anak dan balita juga Genoside etnis minoritas. Tidak kurang 3.000 orang melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Belakangan ini jumlah korban mencapai kurang lebih 800-an orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

C. Bahwa Sudah terbukti secara meyakinkan Negara Myanmar tidak bersedia menghentikan aksi kekerasan, pembantaian dan praktik Genosida etnis Rohingya. Negara Myanmar telah terlibat langsung maupun tidak langsung melakukan aksi kekerasan dan pembantaian berkali-kali terhadap minoritas umat Islam dan etnis Rohingya. Negara Myanmar juga telah melakukan politik pembiaran terjadinya aksi kekerasan dan pembantaian ini.

D. Bahwa Negara Myanmar telah melakukan kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan (Crimes Againts Humanity), dengan secara terang-terangan melakukan aksi kekerasan dan pembantaian etnis Rohingya di depan mata masyarakat internasional. Negara Myanmar
telah melanggar Universal Declaration Of Human Right, 10 Desember 1948 dan dapat dituntut di depan Mahkamah Internasional, Den Haag Belanda.

Oleh karena itulah, dengan tetap mengharap ridho Allah SWT, Majelis Wilayah KAHMI KEPRI menyataan Sikap sebagai berikut :

1. Mengecam Kebiadaban Pemerintah Myanmar terhadap Ummat Muslim Rohingnya.
2. Mendesak PBB untuk SEGERA menyeret Aung saan sun Kyi ke mahkamah internasional.
3. Mendesak presiden RI untuk memutuskan hubungan diplomatik dg Myanmar.

4. Mendorong Gubernur Kepri SEGERA berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuka kembali ex kampung pengungsian vietnam untuk menerima saudara saudara kita dari rohingnya atau menyiapkan wilayah/pulau tertentu di Kepri sebagai tempat pengungsian saudara saudara kita dari rohingnya.

5. Mendesak Gubernur Kepri untuk SEGERA mengkoordinir segenap potensi yg ada di Kepri dalam usaha kemanusian rohingnya.
6. Menghimbau kepada segenap ummat muslim indonesia untuk senantiasa memohon kepada Allah swt bagi kebaikan muslim rohingnya dan ummat seluruh alam dalam setiap do’a_do’a.

7. Menghimbau kepada segenap bangsa indonesia yg cinta perdamaian dan menghargai HAM untuk mengikhlaskan sebagian hartanya kepada saudara saudara kita korban kebiadaban di Rohingya.(*)

Editor: Dedy Swd

Please follow and like us:

  • 6

DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN