Instruksi Presiden Bangun Pos Lintas Batas termasuk Kecamatan Serasan Natuna


WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Masyarakat Kecamatan di Pulau Kabupaten Natuna kini sangat bersyukur atas pembangunan telah Presiden RI Joko Widodo rencanakan mulai berjalan. Setelah rampung membangun tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di tiga wilayah perbatasan Republik Indonesia, pemerintah akan kembali membangun PLBN lainnya. Sembilan PLBN direncanakan akan dibangun mulai 2019 antaranya Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna Prov Kepri.

Untuk Pulau serasan mulai terkenal dengan panorama dan garis pantainya panjang 8 kilometer membentang luas dengan butiran pasir halus terletak di jalur pelayaran internasional (ALKI I) Malaysia.

Suku cadang Genset untuk Pulau terluar di Serasan Natuna

Saat ini tujuh PLBN memang telah rampung, namun pembangunannya tengah dilanjutkan ke tahap II untuk menjadi kawasan terpadu di perbatasan.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Sri Hartoyo, seperti dikutip dari detik.com, waktu lalu mengungkapkan, kesembilan PLBN tersebut rencananya bakal dibangun setelah pembangunan tahap II tujuh PLBN yang sekarang sedang berlangsung telah rampung.

“ Memang PLBN se-Indonesia itu ada banyak. Dulu dibangun tujuh prioritas pertama. Nanti akan dilanjutkan sembilan prioritas kedua. Prioritas kedua itu mungkin dibangun tahun 2019 mungkin. Soalnya kan kita PLBN tahap I ini akan selesai 2018 nanti,” kata Sri Hartoyo, di Kementerian PUPR, Jakarta.

Kesembilan PLBN tersebut berada di wilayah-wilayah yang ada di PLBN sebelumnya, dan ada pula wilayah yang baru. Seperti Kalimantan Utara, Kepulauan Riau dan juga Provinsi Riau. Ketiga lokasi baru tersebut diketahui juga dekat dengan perbatasan negara Malaysia dan Vietnam.

Jika tak ada perubahan lokasi, kesembilan PLBN tersebut di antaranya terletak di Rupat, Kabupaten Bengkalis (Riau), kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau), Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang (Kalbar), Jasa di Kabupaten Sintang (Kalbar), Sei Pancang di Kabupaten Nunukan (Kalimantan Utara), Napan di Kabupaten Timur Tengah Utara (NTT), Maritaeng di Kabupaten Alor (NTT), Oepuli di Kabupaten Kupang (NTT) dan Waris di Kabupaten Kherom (Papua).

Presiden Jokowi menegaskan, wilayah perbatasan harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Salah satu upaya untuk mendongkrak kualitas hidup masyarakat di perbatasan adalah dengan membangun suatu kawasan terpadu, dalam hal ini pembangunan PLBN. PLBN juga menjadi etalase wajah dan kewibawaan negara.

Hal ini diwujudkan dengan merombak Kantor PLBN yang selama ini digunakan sebagai gerbang keluar masuk di wilayah perbatasan. Kini tujuh PLBN yang telah dirombak telah rampung.

Dan agar pembangunan terus berkelanjutan, ketujuh PLBN yang telah dirombak ulang ini akan dibentuk menjadi suatu kawasan terpadu yang terintegrasi dengan sejumlah fasilitas.

Edi Priyoto Zaman, Camat Serasan

Edi Priyoto Zaman, Camat Serasan menjelaskan, Pulau Serasan merupakan salah satu pulau terbesar ke dua setelah Pulau Bunguran di wilayah Kabupaten Natuna Provinsi Kepri, juga merupakan pulau terjauh dari ibukota Kepri, yaitu Tanjungpinang  yang membutuhkan waktu 2 hari dengan kapal dari pusat ibu kota kabupaten Natuna.

Pulau Serasan daerah berbatu dengan banyak gunung, dihiasi pantai pasir putih, sebagian terdapat batuan besar di pesisir pulau, Lembah (Rawa), teluk, sungai dengan hutan bakau dan dikelilingi pulau belum berpenghuni.

“Pantai Sisi inilah satu-satunya pantai di kepulauan riau panjang garis pantai 8 kilo berhasil menyandang status sebagai pantai alami terbaik. Masyarakat sangat menyambut baik dengan wacana pemerintahan untuk pengembangan di kecamatan Serasan,” tutur Edi.(6/9/2017) di Serasan.

Sambung Edi, masyarakat merasakan pembangunan digagas pak presiden Jokowododo. ” Kini Pulau Serasan mulai terlihat pembangunan antaranya ada penambahan dua unit mesin dari PLN telah terbangun pelabuhan untuk kapal bersandar KM Bukit raya dari kementerian serta pemasangan tiang tower seluler kapasitas 3G dan 4G,” tutupnya.(*)

Laporan: Rikyrinovsky







KADIN _ FORPI