PT GBSI Matikan Usaha, Warga Ruko Central Tanjung Uma Batam Tolak Parkir Berkarcis


Wartakepri.co.ud, Batam – Kebijakan konyol yang dilakukan PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia ( PT GBSI ), selaku pihak pengembang 30 unit ruko Central Park Tanjung Uma Jodoh Batam, dengan memasang palang parkir berkarcis sangat mematikan usaha pemilik ruko.

“Pemasangan pos dan palang parkir yang dibuat perusahaan asal Jakarta tersebut, tanpa ada sosialisasi dan persetujuan dari kami selaku pemilik ruko. Ini jelas kami tolak karena sudah mematikan usaha,” kata Fisman Gea, Kamis (7/9/2017).

Lanjut Fisman, keberadaan dan juga besaran retribusi parkir yang diterapkan jauh lebih tinggi dari harga parkir yang sah sesuai Perda Kota Batam. Dan ini patut diduga, ada permainan pengelolah parkir. Sementara, parkir tersebut ilegal dan tidak memiliki izin dari Dishub Batam.

“Apa mungkin Dishub Batam mengeluarkan izin pos parkir di wilayah yang cuman 30 unit ruko. Disamping itu, pengelolah akan menerapkan tarif melebihi Perda parkir. Dalam surat edarannya, biaya parkir motor Rp2000, dan mobil sebesar Rp3000,” tutur Fisman Gea.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rudianto selaku kuasa hukum yang mewakili salah satu perusahaan dari PT Global dan mengatakan, pengelolah memasang pos dan palang parkir tanpa adanya izin dan sosialisasi, baik dari pemilik ruko maupun dari Dinas Perhubungan.

Para pemilik ruko yang ada disini tidak mengenal dengan pengelolah parkir, tiba tiba datang dan bukan dari developer juga. Mereka itu merupakan pihak ketiga yang datang menyatakan, akan diberlakukan dan dijadikan lahan bisnis. Sementara,sudah kita tanyakan sama Dishub Batam dan menerangkan, bahwa parkir itu tidak ada izinnya. Terang Rudianto SH.

Warga pun mendesak, agar pos dan palang parkir dicopot dan jalur pintu masuk dibuka karena sudah mematikan usaha. Warga dengan ramai ramai membuka jalur pintu masuk yang sudah sempat ditutupi oleh pengelolah parkir dengan memasang rantai.

Sementara, menurut pengakuan salah seorang marketing Freeland ruko tersebut, bahwa developer hanya memiliki 3 unit ruko saja. Dan semua keluhan dari warga ruko central parrk Jodoh Tanjung Uma Batam ini, akan saya sampaikan pada pimpinan yang ada di Jakarta.

“Saya akan sampaikan keluhan warga, photo protes warga ini sudah saya kirim ke Jakarta lewat WhatsApp,” ungkap Lili

 

( Nikson Simanjuntak )







KADIN _ FORPI