PT NJE Laporkan Empat Manejemen BUBU Hang Nadim Batam ke Polisi


Wartakepri.co.id, Batam – Banyaknya keluhan masyarakat pengguna bandara Batam, terkait dugaan adanya siluman yang bergentayangan di Badan Usaha Bandar Udara ( BUBU) Hang Nadim Batam tersebut. Mulai permainan sewa tenat, parkir, pengiriman barang hingga proyek didalam bandara itu sendiri.

Hal ini juga yang dialami oleh PT Nadya Jaya Express ( NJE), yang sudah bertahun tahun melakukan kerjasama sewa tenat di Bandara Hang Nadim Batam. Kesepakatan kerjasama perpanjangan kontrak untuk periode 1 Juli 2017 hingga 31 Desember 2017, sudah dilaksanakan dalam rapat dan di notulenkan kontrak tetap dilanjutkan.

Namun adanya kebijakan sepihak yang dilakukan Suwarso selaku kepala operasional Bandara Hang Nadim, yang mengatakan bahwa pihak bandara tidak memperpanjang kontrak, sehingga harus selesai pada 30 Juni 2017. Lucunya lagi, Suwarso menerangkan kebodohanya bahwa sudah diusulkan ke BP Batam, karena terjadi transisi pimpinan.

“Apa tidak penipuan namanya ini, setelah uang jaminan dan konsesi sudah kita lunasi, tiba tiba surat yang kata Suwarso datang dari BP Batam dan menerangkan tidak diperpanjang kontrak kerjasama lagi dengan PT Bess Central Insurance dan PT Nadya Jaya Express,” ujar Beni Effendi, pemilik PT NJE, Kamis (7/9/2017).

Atas keputusan sepihak ini, kami dirugikan secara materil maupun inmateril. Sehingga kami melaporkan pada pihak kepolisian karena adanya tindak pidana penggelapan
( pasal 372) yang dilakukan oleh Suwarso, Dendi Gustinandar, General Manager Marketing dan Johan Effendi, Manager Retail Operasi serta Anggota 3 ( Tiga ) Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, Eko Santoso. Ungkap Beni Effendi.

Laporan PT Nadya Jaya Express ini dibenarkan oleh Kapolsek Bandara Hang Nadim Batam, AKP Betty Nofiah dan mengatakan: bahwa pihak terlapor sudah hadir dikantornya untuk memberikan keterangan pertama dalam perkara tersebut.

“Semua masih prosess dan pihak terlapor sudah hadir untuk memberi keterangannya. Kalau mereka tidak hadir akan kita pemanggilan kedua lagi,” terang Betty Nofiah pada wartakepri.

Sementara informasi juga didapat dari masyarakat, bahwa dugaan permainan mark up yang dilakukan manager marketing BUBU Hang Nadim Batam, Dimana pengerjaan proyek PL air site di sekitar runway tahun anggaran 2016 lalu dengan pagu 175 juta.

Setelah selesai dikerjakan, anggaran dilanjutkan ke tahun 2017 dengan perubahan pagu menjadi 147 juta. Namun pada saat akan dilakukan pembayaran dibayar, berubah dengan system Swakelola sekitar 80 juta, dengan alasan pelaksana proyek tidak direcom oleh PPK , sedang bukti pekerjaan sudah 1 tahun terlaksana dilapangan.

 

( Nikson Simanjuntak )







KADIN _ FORPI