NEWS VIDEO: Menkeu Sri Mulyani Ekspos Tangkapan Ilegal di Wilayah Perairan Kepri


WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Menteri Keuangan Republik Indonesia, dalam kunjungan kerja ke Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus DJBC Tanjung Balai Karimun, menggelar Konfrensi Pers terkait Penindakan Penyeludupan di Perairan Selat Malaka.

Konfrensi Pers yang dihadiri oleh, Kepala Kanwil DJBC TB Karimun, Kapolda Kepri, Kejaksaan, Bupati Karimun, Lantamal IV, Bakamla serta para awak media, di gudang penyimpanan barang bukti. Jum’at, (08/09/2017)

Kepada para awak media yang hadir, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan Direktorat Jenderal dan Cukai (DJBC) memiliki peran penting yang strategis dalam menjalankan fungsi sebagai revenue collector, community protector, trade facilitator, dan industrial assistence.

“DJBC berkontribusi sebesar 27 % dari total penerimaan perpajakan dalam APBN (82,6%) melalui penerimaan pajak impor, yang terdiri dari bea masuk, bea keluar, pajak dalam rangka ompor, cukai, dan pajak pertambahan nilai hasil tembakau”. Katanya

Data penindakan DJBC secara nasional menunjukkan peningkatan, tahun 2016 sebanyak 14.890 kasus, sedangkan di tahun 2017 sampai bulan Agustus sebanyak 15.074 kasus, dari jumlah tersebut. Hasil penindakan DJBC hasil Patroli laut dari tahun 2016 sampai 2017 mencapai 659 kasus penindakan.

Selanjutnya Menteri Keuangan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Operasi Patroli Laut DJBC yang telah dilaksanakan secara berkesinambungan dan sinergis dengan kementerian/lembaga lain dan telah membuahkan berbagai hasil penindakan.

Dan ditempat yang sama Menteri Keuangan menghibahkan barang hasil penindakan berupa 200 karung beras kepada yayasan Al-Kautsar Batam, dan 1 unit Speedboat secara simbolis kepada Bupati Karimun.

Dan diakhiri dengan kegiatan pemusnahan barang berupa 8.607 ball dan 70 karung Ballpress dengan cara di timbun pasir oleh Menteri Keuangan bersama Kepala Kanwil DJBC TB Karimun dan Kapolda Kepri. (Andi Pratama)







KADIN _ FORPI