Sri Mulyani Beberkan Hasil Tanggapan DJBC Kepri, Dengan Total Rp70,2 Milyar


WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam kunjungan kerjanya, menggelar Konfrensi Pers terkait hasil penindakan patroli laut Bea dan Cukai, di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepulauan Riau – Tanjung Balai Karimun.

Pelaksanaan Operasi Patroli laut DJBC tersebut dari 2016 – 2017, dilaksanakan secara berkesinambungan dan sinergis dengan Kementerian/Lembaga lain.

Dari hasil penindakan yang diamankan terdiri : Ballpress sebanyak 9.958 ball dan 70 karung, yang dimuat dalam 11 kapal dari Port Klang – Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan – Indonesia, dengan jumlah tersangka 10 orang. Perkiraan nilai barang mencapai Rp 20 Milyar.

Kemudian, Handphone sebanyak 28.057 unit dan drone 45 unit yang dimuat dalam 2 Speedboat dari Singapura menuju Batam – Indonesia, dengan jumlah tersangka 5 orang. Perkiraan nilai barang mencapai 34 Milyar.

Dan Rotan jenis Sega sebanyak 107.876 kg, yang dimuat dalam satu kapal dari Kalimantan Tengah – Indonesia tujuan Sibu – Malaysia, dengan jumlah tersangka 1 orang. Perkiraan nilai barang berkisar Rp 200 juta.

Selanjutnya, barang campuran (guci, produk tekstil, elektronik, minuman keras, sparepart ) sebanyak 251 kardus dan 82 karung yang dimuat dalam satu kapal dari Batam tujuan Jambi, dengan tersangka 1 orang. Perkiraan nilai barang mencapai Rp 1.6 Milyar. Terang Sri Mulyani, Jumat (8/9/2017).

Pantauan wartakepri di lokasi, Menteri Sri Mulyani didampingi Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menyempatkan diri melayangkan pertanyaan kepada beberapa para pelaku penyeludup.

Dan dari keterangan para pelaku, upah yang mereka terima mulai dari Rp 2 Juta hingga Rp 7 Jutaan, untuk membawa barang selundupan masuk dan keluar dari wilayah Indonesia. Sehingga total keseluruhan nilai barang yang ditangkap mencapai Rp 70.2 Milyar. Tuturnya (Andi Pratama)

Editor : Nikson Simanjuntak







KADIN _ FORPI