Wali Murid Protes Siswa Dihukum Keliling Kampung oleh Kepsek SMA di Subi Natuna


WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Agak Keterlaluan kelakuan Oknum kepala sekolah SMA di kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri. Sang Kepala sekolah tega hukum siswa sampai diarak keliling kampung, dan ternyata kasus ini semakin viral menjadi buah bibir masyarakat Natuna.

Masyarakat Subi menyaksikan para siswa tersebut diarak keliling kampung, lalu warga bertanya tanya apa penyeba sampai tega memperlakukan ke siswa yang terkesan tidak mendidik, justru malah mempermalukan ke kalayak ramai.

Kejadian tersebut bermula saat para pelajar itu bernyanyi dan bergendang ria dalam kelas dengan menggunakan meja. Mereka gendang membuat brisik sampai ke ruang Kepala sekolah pada jam istirahat Rabu (30/9/2017) lalu.

Menurut informasi terima tertulis Wartakepri.co.id melalui pesan elektornik, Sabtu (9/9/2017) menjelaskan, kronologis kejadian sebelum diarak ke jalan raya siswa tersebut dihukum berjemur sambil bernyanyi dengan memukul meja dibawah tiang bendera.

Merasa tidak puas Oknum kepsek duga menampar siswa, kemudian aksi tersebut berlanjut menghukum siswa dengan bernyanyi sambil memukul meja serta digiring keseluruh Desa Subi.

Diarak ke jalan raya 4 tempat pemberhentian, jembatan penyeberangan Subi besar dengan Subi kecil, depan warung Mentari, warung Kopi dan terakhir depan SD 001 desa Subi.

Aksi tersebut menuai protes dari masyarakat setempat terutama wali siswa. Hal itu dianggap memalukan siswa dan orang tua. Salah satu Orang tua wali murid udah melapor ke UPTD Kecamatan Subi tapi ditolak karena SMA bukan lagi lingkup kerjanya.

Kemudian wali siswa melapor dan menghadap guru BP dan wali kelas, namun wali kelas menjawab tidak tahu menahu aksi tersebut. Jadi sikap protes orangtua wali tidak ada respon.

” Wali menyangkan hal tersebut, kenapa hal sepele bisa dihukum segitunya,” ujarnya Engan sebut namanya.

Lanjut dia, sedangkan siswa yang terjerat kasus narkoba tidak disanksi apapun. Hal ini dibenarkan oleh Kesiswaan SMAN 1 Subi. Ada siswa dihukum atas nama Fr (15)dan RF(15). Namun dia engan memberikan penjelasan lebih rinci.

Setelah mengetahi informasi ini pihak Wartawan Tergabung Komnas WI bertugas Natuna berusaha mencari tahu kebenaran kejadian itu.

” Kita berusaha menghubungi pihak Kepala sekolah SMA 1 subi. Melalui sambungan telepon berusahan untuk konfirmasi kejadian itu,” ujar Hendra.

Dia tidak mengelak kejadian tersebut kurang lebih seperti ini kata kepsek tersebut.

” Benar kejadian itu, saya datang ke kelas untuk tidak brisik di kelas, mohon maaf saja saya pastikan sumber abang dari gurukan,” ujar Arpandi Kepsek SMA1 Subi, Minggu (10/9/2017) melalui telepon.

Sambung Hendra, dia mendapatkan info ini dari masyarakat setempat. ” Kita akan kawal kejadian ini sampai menemukan titik terang ,kami sangat prihatin mendengar kejadian itu, yang telah mencoreng dunia pendidikan di Natuna,” jelas Hendra.

Salah satu murid itu Seorang Yatim kenapa harus dipermalukan didepan umum, setelah kami telusuri info itu ternyata salah satu dari meraka dihukum dan tampar itu tdak punya Ayah hanya mengandalakan ekonomi keluarga dari seorang ibu. Saat ini mencari keadilan atas ulah dilakukan oknum guru.(*)

Tulisan Rikyrinov







KADIN _ FORPI