Aktivis Buruh: Kasus Kapal Meledak di PT ASL Jangan Lihat Unsur Pidananya Saja


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sementara itu, menanggapi kasus terbakarnya kapal Pertamina di Shipyard PT ASL dan menimbulkan korban jiwa, Ketua PCSPPJM FSPMI Batam, Panusunan Siregar, mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi karena ada prosedur yang dilanggar oleh perusahaan. Maka, perusahaan induk harus bertanggungjawab.

Menurutnya, investigasi mendalam sangat perlu dilakukan, dan tidak mencari pidananya saja. Namun lebih kepada sebuah referensi untuk memperbaiki kondisi itu. Sehingga kedepan, kejadian serupa tidak lagi terulang.

“Ketika investigasi terhadap kejadian tersebut hanya mencari pidananya saja, saya rasa itu tidak tepat karena bukan mencari penyelesaian. Harus ada standar prosedur baru untuk bisa memperbaikinya,” ujar dia.

Ketua Aktivis Buruh Galangan Kapal Batam ini, juga menuturkan bahwa peristiwa seperti itu telah sering terjadi di Batam. Namun tidak ada penyelesaian yang tuntas. Seharusnya ada pelajaran yang diambil dari kejadian itu buat kenyamanan para pekerja.

“Yang harus dilakukan adalah bagaimana membuat standar K3 galangan kapal,” tegasnya.

Pada umumnya, lanjut dia, galangan kapal di Kota Batam belum memenuhi standar K3. Pengusahanya pun masih banyak yang tidak melengkapi aturan K3 tersebut. Justru mereka seolah membuat safety ini menjadi pion.

“Kita akan tetap menyoroti dan mengikuti perkembangan kasus ini. Kita juga percayakan proses hukumnya kepada pihak kepolisian,” ucap pria yang juga Sekretaris BPD Gemuruh Batam ini.

Disamping itu, langkah pemerintah juga tidak saja menemukan siapa yang salah dalam kasus ini. Namun juga harus mengedepankan sebuah aturan jelas yang disiplin taat aturan kepada perusahaan. Agar kedepan insiden serupa tidak terulang, tutupnya. (rfm)

Sumber : Situs Kepri
Editor : Dedy Swd







KADIN _ FORPI