Suka Nyabu Sih, Makanya PNS di Sekwan Natuna Dibekuk Polres Natuna


WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Dua pengguna Narkoba dibekuk oleh Satuan Narkoba (Satresnarkoba) Polres Natuna. Keduanya diduga pengguna sabu-sabu aktif di wilayah Natuna, dan diamankan pada Senin (11/9/2017) Sore.

Mereka adalah Yudhi Hardi (36) dan Ricky Andriadi (24). Keduanya ditangkap saat melakukan pesta narkoba jenis sabu di rumah warga di Bandarsyah, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur Natuna, merupakan Pegawai Negeri Sipil Sekwan DPRD Natuna.

Dari tangan keduanya aparat mengambil satu paket kecil narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening.

” Penangkapan kedua orang itu dari tangan mereka diamankan 1 paket barang untuk bukti kuat merupakan narkoba model sabu,” kata AKBP Charles P Sinaga, Kapolres Natuna, Selasa, (12/9/2017).

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Akhirnya penggeledahan dilakukan di lokasi tersangka disaksikan ketua RT setempat.

” Kami menemukan di dalam kamar di atas dinding kamar satu bungkus plastik bening. Tersangka diminta untuk mengambil dan membukanya. Ternyata berisikan narkotika jenis sabu,” terang Kapolres.

Setelah diinterogasi mereka mengakui narkoba itu adalah milik mereka. ” Mereka beli dari Julianto, yang saat ini jadi DPO. Kedua tersangka akhirnya diamankan,” kata Charles.

Beriktu Kronologis :

Pada hari Senen, 11 September 2017, sekira pkl 17.00 WIB, anggota Sat Resnarkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa di depan sebuah rumah di Kelurahan Bandarsyah Kec. Bunguran Timur Natuna ada seseorang yang menguasai, menyimpan, menggunakan dan mengedarkan narkotika jenis sabu.

Berdasarkan informasi tersebut anggota Satresnarkoba menuju tempat TKP dan melakukan penyelidikan. Kemudian anggota Satresnarkoba menemukan orang yang sesuai dengan ciri-ciri diberikan oleh masyarakat tersebut didalam rumah dan melakukan penggeledahan terhadap orang dan rumah disaksikan oleh seorang laki laku bernama MARJONI Ketua RT setempat.

Dan menemukan didalam kamar diatas dinding kamar satu bungkus plasti bening. Kemudian diperintahkan kepada tersangka untuk mengambilnya dan membukanya ternyata berisikan narkotika jenis sabu dan setelah dilakukan interogasi bahwa narkotika jenis sabu milik mereka berdua yang dibeli dari sdr Jo (DPO).

Polisi kini sedang giat melakukan operasi anti narkoba. Hal ini dikatakan Kapolres bagian dalam operasi antik seligi 2017.

” Saat ini pihak polres terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap penyuplai barang haram tersebut yang diketahui berasal dari luar kota,” tutup Kapolres.

Warga Natuna sangat mendukung pemberantasan narkoba telah di laksanakan pihak penegak hukum sebab makin hari kian meresahkan bahkan telah merambah hingga ke desa desa.

” Semalam kami melihat ramai orang hilir mudik di Bandarsyah rupanya pak polisi berpakaian preman berhasil meringkus pengguna narkoba. Namun sangat di sayangkan hanya para pengguna saja baru diringkus berharap para gembong juga segera di tangkap saat ini masih berkeliaran bebas,” ungkap Jono Warga Natuna.

Warga berharap para bandar bisa segera diringkus, ini baru namanya prestasi. Sebab jalur laut masuknya barang haram ini sangat terbuka sekali dari luar negeri di kecamatan Subi, Midai, Serasan dan Ranai.

” Saya yakin pasti ada gembong besarnya, namun saya tetap apresiasi telah dilakukan pak polisi pembuka untuk pengembangan lebih dalam,” ujar Jono.(*)

Tulisan: Rikyrinov







KADIN _ FORPI