Ahmadi Antar Mobil ke Bengkel, Akhirnya Terdakwa Penggelapan


PEMPROV KEPRI

Please follow and like us:

  • 6

Wartakepri.co.id, Batam – Hendra, pemilik mobil Avanza dihadirkan JPU sebagai saksi terkait kasus penggelapan oleh terdakwa Ahmadi. Saksi menerangkan: awalnya mobil miliknya disewakan pada temannya satu organisasi LSM di Garda Nusantara ( Gatras ) bernama Roki alias Roki, dengan harga Rp 250 ribu per hari.

“Roki, sudah biasa menyewa mobil saya karena kami sama di Gatras.  Saat itu, Ia mengatakan akan mengatar beras kepada anak Yatim Piatu dan menyewa mobil selama 4 hari,” kata saksi Hendra menetangkan di PN Batam, Selasa ( 12/9/2017).

Kemudian, Roki melanjutkan sewa 2 hari lagi namun belum membayarnya. Hari berikutnya, saya telepon Roki tapi Hp nya tidak aktif. Kecurigaan saya muncul dan mencari ke tempat tinggalnya juga tidak ada. Karena tidak ada kabar maka saya laporkan pada Polsek Sagulung.

Selanjutnya, informasi mobil sudah ditemukan dari Kapolsek Sagulung saat ditelepon dan disuruh datang. Sampai disana dan lihat mobil benar itu mobil saya, namun warna mobil dari hitam berubah warna lain. Tutur Hendra dan juga diamini saksi Rusman.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa Ahmadi
pada hari Senin tanggal 12 Juni 2017, dihubungi oleh Roki dan menawarkan mobil Avanza Velos Tahun 2014 Warna Hitam dengan kondisi Bodong atau tanpa surat-surat kendaraan bernotor, agar mencarikan pembelinya. Kemudian pada saat itu juga terdakwa langsung menghubungi Adi Jenggot dan mengatakan :Ada mobil.bodong mau dijual, merek Avanza Velos tahun 2014 warna hitam.

Kemudian Adi Jenggot mengatakan, ‘Itu mobil punya siapa” dan terdakwa menjawab ‘mobil punya Roki’. Karena merasa ada pemiliknya, Adi Jenggot mengiyakan, ‘Ya udah minta nomor HP Roki biar saya hubungi langsung nanti dan sekalian nego harganya. Nanti kamu aku kasi komisi.

Pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2017, Adi Jenggot menghubungi terdakwa untuk bertemu dikedai kopi samping hotel Wisata Pelita, saat itu juga Roki ada.Terjadilah kesepakatan antara Roki dan Adi Jenggot dengan harga Rp 8.000.000 juta. Namun baru bisa bayarnya saat itu sebesar Rp 3.000.000 juta dan memberikan bukti transper dan membawa mobil tersebut.

Kemudian pada hari Rabu tanggal 14 Juni 2017, Roki menghubungi terdakwa untuk menemuinya di hotel Wisata Pelita dan memberikan uang sebesar Rp 500.000 sebagai komisinya. Dan mobil merek Toyota Avanza Veloz 1,5 AT nomor polisi BP 1640 GA, Warna Hitam yang dibeli oleh Adi Jenggot diantar terdakwa ke bengkel.

“Hendra selaku pemilik mobil yang syah tidak pernah memberikan ijin atau kuasa kepada siapapun, termasuk Roki untuk menjual mobil merek Toyota Avanza Veloz 1,5 AT nomor polisi BP 1640 GA, Warna Hitam tersebut,” dalam dakwaan JPU, Sigit SH.

Atas perbuatan terdakwa tersebut telah mengakibatkan saksi Hendra mengalami kerugian. Maka terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam 372 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

( Nikson Simanjuntak )

Please follow and like us:

  • 6

DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN