Dendi Gustinandar, Pegawai BP Batam Dilaporkan ke Polresta Barelang. Ini Kasusnya


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pengawai BP Batam, Dendi Gustinandar dan kawan kawan kembali dilaporkan ke Polresta Barelang oleh PT Bess Central Insurance ( BCI ), terkait penggelapan uang dengan memanfaatkan jabatannya di Badan Usaha Bandar Udara ( BUBU) Hang Nadim Batam.

Dendi Gustinandar yang juga menjabat sebagai GM Marketing di BUBU Hang Nadim Batam, bersama Suwarso, Johan Effendi dan Deputi 3, Eko S melakukan perjanjian kontrak sewa tenant Bandara pada klient. Kemudian menandatangani perjanjian tersebut, namun sangat disayangkan sikapnya yang arogan dan pengguras keringat para tenat tenat, membatalkan kontrak sepihak tanpa pemberitahuan.

“Dendi Gustinandar itu sangat arogan, dia yang buat perjanjian dan disetujuinya. Tiba tiba tanpa ada pemberitahuan membatalkan kontrak. Sementara, uang sewa dan tetek benge sudah kami setorkan semua. Luncunya lagi, PT Nadya Jaya Express yang menjalin kerjasama kontrak sewa dengan BUBU, namun yang ditutupnya PT Nadya Jaya Wisata,” kata Benny, pemilik PT NJE dan PT BCI.

Jika proses perkara perdata dan pidana ini tidak ditanggapi, maka pihak PT Nadya Jaya Express dan BCI akan melakukan demo besar besaran. Karena perlakuan Dendi Gustinandar ini pada semua karyawan PT Nadya yang dipaksa keluar dan tidak boleh lagi beroperasi lagi. Terang Benny.

Kesewenangan dan penipuan penggelapan uang sewa tenant itulah, kami membuat laporan ke Polresta Barelang. Dimana sebelumnya, PT NDE sudah melaporkan pidanannya ke Polsek Bandara. Dan informasinya, Dendi Gustinandar Cs sudah dimintai keterangannya oleh polsek untuk penyelidikan.

Untuk kali ini, kami dari PT Bess Central Insurance telah melaporkan ke Polresta Barelang di SPKT dan diarahkan ke Unit 3. Namun dari arahan kasubdit polisi, karena ini awalnya perjanjian kontrak sewa dan dijalankan dulu proses perdatanya. Sehingga laporan belum bisa diterimanya. Kata Kuasa Hukum PT BCI, Chishandoyo Budi Sulistyo SH, Rabu ( 13/9/2017) di Polresta Barelang.

Sementara, Kanit Unit 3 Polresta Barelang, Iptu Nazara SH membenarkan adanya pihak PT BCI datang untuk melaporkan. Setelah kami dengar pengaduannya, dimana berawal terkait perjanjian kontrak sewa tenat. Maka kami sarankan untuk mengajukan proses perdatanya di Pengadilan Negeri saja, dan itu lebih pas. Kata Nazara.

Proses perdata yang diajukan PT Nadya Jaya Express sedang berjalan di Pengadilan Negeri Batam. Sidang kedua pada hari Rabu (13/9) ditunda, karena surat kuasa dari BP Batam pada kuasa hukumnya tidak dilengkapi sekalipun sudah diingatkan pada sidang sebelumnya.

( Nikson Simanjuntak )







KADIN _ FORPI