ATM dan Cinta Umi Kalsum Serahkan Semua, Terdakwa Darwis Malah Membunuhnya


Please follow and like us:

  • 0

Wartkepri.co.id, Batam – Sebelum terjadinya pembunuhan terhadap korban Umi Kalsum, terdakwa Darwis menelopon Salma, ibu kandung dari korban. Namun tak ada pembicaraan cuman hanya kata hallo, tetapi suara nangsis Umi terdengar.

” Darwis menelepon saya sebelum kejadian, tapi tak ada bicara cuman kata hallo. Namun suara tangis anak saya Umi Kalsum terdengar. Karena tidak ada jawaban telepon tersebut, maka saya matikan,” kata Salma, ibu kandung Umi Kalsum di Pengadilan Negeri Batam, Rabu ( 20/9/2017).

Antara korban dan terdakwa Darwis hubungannya adalah pacaran, sewaktu dikenalkan anak saya sejak Mei 2016 silam. Dari situ terdakwa Darwis sudah sering komunikasi dengan saya baik langsung maupun melalui telepon.

“Memang anak saya seorang Janda dan dari ceritanya, terdakwa Darwis masih punya istri dan anak belum cerai. Saat itu juga hubungan mereka saya larang agar tidak dilanjutkan,” terang Salma

Selanjutnya, saat Umi Kalsum berangkat dari Medan bersama temanya Eva dan rencananya menuju Malaysia, dia meminta izin hingga sampai di Batam tetap mengabari saya. Namun setelah itu, Umi tidak ada kabar lagi.

Informasi yang saya dapat, bahwa Umi tidak jadi berangkat ke Malaysia karena saat di Bandara Hang Nadim Batam sudah dijemput oleh Darwis.

“Umi tak jadi ikut berangkat ke Malaysia karena udah jumpa Darwis dan dia jemput di Bandara,” kata Salma menuturkan ucapan Eva, temanya.

Kemudian, pada tanggal 18 Pebruari 2017, pukul 16 .00 wib sore. Ada orang datang mengabari sambil menunjukan foto anak saya Umi, yang sudah tewas. Tidak berapa lama setelah kabar tersebut, Darwis menelepon saya. Begini omongan Darwis,
“Tadi pagi kami masih baikan, Umi mau balek ke medan dan saya mau kerja. Ehh..taunya kejadian gini. Tutur Salma menirukan ucapan terdakwa Darwis.

Lanjut Salma, tidak lama kemudian terdakwa Darwis menelepon namun yang angkat kemenakan saya Tuti. Kata Tuti pada Darwis, pulangkan mayat adekku itu. Jawab Darwis, ya. Saya lagi di Tembilahan dan nanti saya antar.

Pada hari Minggu saya terbang dari medan ke Batam untuk melihat jasad anak saya. Setiap ada telepon yang diterima Umi dari Darwis, sering ribut. Dan semua ATM anak saya, Umi dipegang oleh Darwis.

Berita sebelumnya, petualangan cinta Umi Kalsum, wanita asal Medan berlabu pada terdakwa Darwis yang masih status punya istri dan anak. Jitunya rayuan gombal terdakwa Darwis, hingga korban rela datang dari Medan untuk menemui terdakwa, pada hari Kamis tanggal 16 Pebruari 2017 lalu.

Sesuai keterangan dari tiga saksi polisi penangkap yang dihadirkan di persidangan menerangkan, bahwa korban berangkat dari Medan tanggal 16/2/2017 dan menginap di hotel City View Batam dengan memesan dua kamar. Kemudian, dua hari korban di Batam, bersama terdakwa Darwis satu kamar sementara kamar yang satu ditempati temanya.

“Mereka memesan dua kamar, satu kamar untuk korban dan Darwis, satu kamar lagi buat temanya mereka. Setelah itu, korban dan Darwis pada Jumat malam,17 Pebruari 2017 keluar dari hotel pukul 10.00 wib dengan menggunakan mobil sejenis avanza sesuai dari CCTV hotel,” kata polisi penangkap pada majelis hakim.

Selanjutnya, pada hari Sabtu tanggal 18 Pebruari 2017 sekitar pukul 12.00 wib malam, terdakwa Darwis datang sendirian ke hotel dan tidak lagi ditemani korban Umi Kalsum, hingga adanya penemuan mayat seolah olah bunuh diri yang tergantung dipohon di Baloi Kolam Batam Center.

Sesuai keterangan pihak hotel, penggejaran dilakukan dan akhirnya terdakwa ditangkap Tanjung Batu Kabupaten Karimun Kepulauan Riau, di sekitar bengkel kapal dekat pelabuhan. Saat itu, terdakwa tidak melakukan perlawanan dan waktu dilakukan penggeledahaan dalam dompet terdakwa ditemukan: Emas, KTP, bukti Laundry yang diantar terdakwa pada tanggal 18, serta ATM yang semuanya milik korban.

“Pengakuan terdakwa Darwis, mereka pacaran dengan korban. Keduanya awalnya sudah ada ribut, sehingga handphone terdakwa dibantingkan korban karena terdakwa cemburu. Sementara tas yang ditemukan dekat mayat korban, isinya berupa celana dalam terdakwa, Peci dan Sikat Gigi,” terang polisi penangkap.

Persidangan dipimpin ketua majelis hakim Endi Nurindra dengan hakim anggota Redite dan Egi serta Jaksa Penuntut Umum, Rumondang Manurung SH. Sidang akan kembali digelar minggu depan untuk mendengarkan saksi dari Laundry.

( Nikson Simanjuntak )

Please follow and like us:

  • 0






KADIN _ FORPI


Custom Search