PT SC Belum.Bayar Uang Kematian Almarhum Faisal Koto, Korban Kapal Terbakar PT ASL


DPRD BATAM

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

Wartakepri.co.id, Batam – Masih ingat tragedi kapal Gamkonora terbakar di area PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Batam, Kamis (7/9/2017) lalu, yang mengakibatkan lima orang tewas dan satu orang terluka.

Keenam korban tersebut adalah karyawan PT Sinar Cendana/Samchan Enginering, selaku subcontrak yang sedang melakukan pengelasan di kapal itu. Satu dari antara enam.korban adalah Faisal Koto (20 thn).

Informasi yang di dapat Wartakepri, Rabu (20/9/2017) dari salah satu keluarganya menjelaskan, sudah Tiga belas hari setelah kejadian pihak perusahaan tidak mau memberikan sagu hati uang kematian korban sampai saat ini.

Almarhum Faisal Koto adalah tulang punggung tiga orang adiknya yang masih sekolah di SMKN 5 Dapur 12- Seilekop Batuaji, SMPN 50 dan SD 011 ( dibawa neneknya ke kampung setelah usai kejadian). Mereka dulu mengontrak rumah di Kavling Saguba dan semuanya merupakan tanggung jawab korban semasa hidupnya.

Setelah kejadian ketiga adiknya berserak, yang SMK ikut sama tantenya, SMP ikut sama ayahnya dengan ibu tirinya dan yang paling kecil dibawa neneknya pulang kampung ke Padang. Almarhum merupakan alumni lulusan dari SMKN 5 Dapur 12 Batuaji Batam. Sewaktu ayahnya menikah lagi setelah ibunya meninggal, mereka tidak memisahkan diri mengontrak rumah.

Keenam korban kecelakaan adalah karyawan PT Sinar Cendarna ( SC) atau Samchan Enginering dan satu tim pengelasan di salah satu bagian kapal di lokasi docking PT ASL Tanjung Uncang Kota Bata. Kebakaran terjadi pada pukul 15.20 WIB di dalam pump room kapal milik Pertamina bernama Gamkonora, pada Kamis (7/9/2017).

Kapal Gamkonora docking di GT PT ASL Shipyard sejak Rabu (6/9/2017) untuk melakukan beberapa perbaikan. Perusahaan yang mendapat pekerjaan itu adalah PT Sinar Cendana /Samchin Engenering. Keenam pekerjanya adalah Nimrot Hutagalung, Onik Saputra, Faisal Koto, Rusli Tan, Malik Majida dan Liwante Hutagalung.

Pada saat kejadian, lima orang pekerja duantaranya: Nimrot Hutagalung, Onik Saputra, Faisal Koto, Rusli Tan, dan Malik Majida terjebak di ruang mesin dan tewas di tempat. Sementara Liwante berhasil menyelamatkan diri setelah berusaha keluar dari kobaran api.

Keenam karyawan ini tidak didaptarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena katanya baru sebulan bekerja di PT SC.

 

( Nikson Simanjuntak )

Foto: Dokumentasi, bukan kejadian saat terbakarnya kapal di PT ASL Shipyard. Foto adalah Kapal terbakar di kawasan Pelabuhan Batuampar Batam, yang terjadi beberapa bulan lalu.

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
PEMPROV KEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES