Geger Ada Situs Nikahsirri.com Mengubah Zinah Menjadi Ibadah


Please follow and like us:

  • 3

WARTAKEPRI.co.id – Dunia medsos kini lagi ramai dengan situs yang cukup mengagetkan bagi anda yang membukanya. Situsnya adalah Situs Nikahsirri.com, kini sedang menjadi bahan pembicaraan hangat.

Berdasarkan penulusuran, Jumat(22/9/2017) situs ini menawarkan kepada klien baik pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan dengan cara mudah dan penuh kepastian.

Saat pertama kali membuka situs tersebut ada tampilan seorang perempuan cantik dan tulisan ‘Nikah Sirri, Mengubah Zinah Menjadi Ibadah’

Syaratnya bagi klien atau calon yang hendak menjadi member situs Nikahsirri.com minimal harus mempunyai satu koin mahar. Nilai per 1 koin adalah Rp. 100.000.

” Kalau hanya sebatas “melihat” daftar/database calon mempelai di submenu LOGIN, maka CLIENT tidak ditarik biaya. Alias GRATIS,” tulis di situs tersebut.

Berikut penjelasan di situs nikahsirri.com: KOIN MAHAR berlaku untuk seumur hidup; dapat diwariskan, dan dapat juga diperjualbelikan.

Dimana, Pembelian KOIN MAHAR dapat dilakukan lewat transfer bank ke: (dua rekening bank ternama atas nama Aris Wahyudi).

Lalu Kirimkan TANDA BUKTI TRANSFER ke nomor WA (whatsapp) 085222666xxx dan/atau email ariswahyudi@nikahsirri.com

Setelah itu, ada ucapan Selamat menikmati layanan Nikahsirri.com dari kami. Semoga sakhinah, mawaddah, warohmah. Aamiin.

Nikahsirri. com bekerja sama dengan tim dokter untuk melakukan test keperawanan pada MITRA kami, sehingga dijamin mereka dalam kondisi suci saat di malam pertama.

Dan, mengingat keperjakaan tidak dapat dilakukan tes fisik, maka Nikahsirri.com menggantinya dengan “sumpah pocong” pada MITRA yang mengaku masih perjaka ting ting.

Komentar Menteri

Keberadaan situs nikahsirri.com mendapatkan komentar dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.

Menteri Yohana mendesak pihak kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera menindaklanjuti situs terkait yang menyebarluaskan informasi yang menyesatkan masyarakat.

“Kami mendesak polisi dan Kominfo untuk menindaklanjuti hal tersebut. Apakah dalam kasus ini terbukti adanya unsur eksploitasi sehingga melanggar pidana dan unsur pelanggaran norma kesusilaan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Yohana dalam siaran persnya.

Yohana Yembise melarang lelang perawan dan kawin kontrak seperti yang beredar melalui situs nikahsirri.com.

Dia mengatakan praktik tersebut termasuk bentuk eksploitasi terhadap kaum perempuan.

“Lelang perawan dan kawin kontrak adalah salah satu bentuk eksploitasi kaum perempuan. Program ini sama halnya dengan pelacuran terselubung yang dibalut dengan prosesi lelang perawan dan kawin kontrak dengan modus agama,” kata Yohana. (*)

Sumber: Tribunnews.com

Please follow and like us:

  • 3






KADIN _ FORPI


Custom Search