Kasihan Warga Natuna, Alami Krisis Listrik Hingga 24 Jam


Wartakepri.co.id Natuna- Masyarakat kecamatan Bunguran Utara Kabupaten Natuna Prov Kepri, khususnya Kelarik dan sejumlah desa lainnya selama satu bulan terakhir, pemadaman bergilir dilakukan dan sepekan terakhir terjadi pemadaman total.

“Akibat krisis listrik, roda perekonomian di wilayah ini tidak bisa berjalan seperti biasa. Banyak peralatan tidak bisa digunakan karena tidak ada pasokan listrik,” kata Camat Bunguran Utara, Izhar, kemarin.

Pemadaman total yang dilakukan selama 24 jam membuat masyarakat semakin kecewa atas kinerja perusahaan negara tersebut. Kecamatan akan berkoordinasi dengan kepala PLN Rayon Ranai terkait hal ini.

Menurut Izhar, kondisi mesin yang ada saat ini sudah tidak memungkinkan lagi menerangi Kelarik selama 24 jam. Selain sudah berumur, mesin PLN sering mengalami kerusakan.

“Kasihan warga saya apalagi sekarang terjadi pemadaman total 24 jam biasanya hanya hidup 16 jam saja. Tetapi masih bisa kita redam emosi masyarakat, semoga secepatnya ada solusi”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala PLN Subrayon Kelarik, Dedy, membenarkan adanya pemadaman bergilir dan puncaknya dilakukan pemadam total. Hal ini dilakukan mengingat kondisi mesin yang parah.

Total kapasitas dari 3 mesin yang ada yakni 300 Kilo Watt, salah satu mesin “Komatsu” berdaya 150 KW mengalami kerusakan. Satu mesin lagi juga mengalami nasib serupa, tidak bisa dihidupkan maksimal.

Saat ini mesin yang bisa dihidupkan hanya satu dengan kapasitas 80 KVA. Karena dikhawatirkan terjadi kerusakan, makanya dilakukan pemadaman total.

“Kondisi ini sudah kita laporkan kepada PLN rayon Ranai. Mudah-mudahan peralatan yang dipesan bisa sampai hari ini, sehingga cepat diperbaiki”.

PLN Kelarik selama ini mengaliri listrik ke sejumlah desa disekitarnya. Adapun total pelanggan sekitar 800 pelangan.

Tidak hanya terjadi kecamatan Bunguran Utara listrik sana udah mati total,Santi warga Ranai menuturkan,karena seringnya terjadi pemadaman mendadak, hal itu membuat tagihan listrik dengan meter pintar tersebut semakin meninggi dan pulsa listriknya cepat habis.

“Jika sebelumya pulsa yang biasa di isi dapat digunakan dengan waktu lumayan lama, sekarang karena sering mati lampu ya cepat habis pulsanya, lagi pula khawatir kita dengan barang elektronik yang kita gunakan, karena sering mati lampu takut semuanya rusak,” katanya.

Hal serupa juga dikeluhkan seorang ibu beranak dua, Wati warga Ranai Kecamatan Bunguran timur, yang juga menyesalkan hal serupa PLN mematikan secara mendadak.

“Benar, memang pemadaman sering terjadi bukan malam saja, siang juga sering terjadi, namun itu berlangsung tidak lama, meskipun demikian hal itu membuat kita gerah juga,” ujar Wati.

Dijelaskannya, seringnya listrik mati disaat waktu istirahat, hal itu benar-benar mengganggu kenyamanan warga di Daerah Pulau Natuna itu.

“Yang biasa tidur menggunakan Ac maupun kipas angin juga pasti kesal, karena listrik mati, gerah jadinya dan anak juga menangis tidak bisa tidur, kita berharaplah PLN Ranai jangan pemadaman di malam hari terlebih lagi waktu tidur,” katanya.

Warga Natuna berharap, pihak PLN Natuna lebih mengutamakan kenyamanan terhadap penerangan warga di daerah itu.(*)

Rikyrinovs.







KADIN _ FORPI


Custom Search