Berantas Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, BPOM Batam Lakukan Ini

PEMPROV KEPRI

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 8

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam, mengadakan pertemuan dalam rangka pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, dalam Komitmen Bersama Lindungi Generasi Penerus Bangsa.

Pertemuan yang dihadiri oleh, Gubernur Kepri, Kepala BPOM Kepri, Kepada Dinas Kesehatan Kota Batam, Kejaksaan dan Stackholder terkait, berlangsung di Gedung BPOM, Nongsa – Batam. Rabu, (04/10/2017)

Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat ini digagas dengan tujuan utama memberantas obat ilegal dan penyalahgunaan obat dari bumi Indonesia sampai ke akarnya.

Dimana penyalahgunaan obat di Indonesia semakin menjadi trend di kalangan remaja dan masyarakat usia produktif karena efeknya yang menyerupai narkoba, golongan obat keras seperti, karisoprodol, Tramadol, Haloperidol, Triheksifenidil dan lainnya.

Sebagian besar obat-obatan tersebut merupakan golongan obat keras yang bekerja di sistem syaraf pusat dengan penggunaan di atas dosis terapi akan menyebabkan ketergantungan dan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku seperti gejala penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun menyampaikan, Pencanangan ini mutlak/wajib harus dilakukan oleh stackholder yang ada di provinsi kepulauan Riau, baik secara politik dengan langkah yang kongkrit.

”karena ini tidak main-main lagi bagi generasi muda kita, terhadap narkoba dan obat terlarang.”. Tegasnya

Beberapa strategi pengawasan yang dilakukan Badan POM untuk mencegah terjadinya peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat yaitu, Strategi pencegahan, pengawasan dan Penindakan.

Balai POM di Batam bersama-sama dengan Polda Kepri dan BNNP Kepri telah melakukan serangkaian kegiatan intensif pengawasan bersama kesarana distribusi dan sarana pelayanan obat di wilayah Provinsi Kepri.

Di tempat yang sama selaku Kepala Balai POM Provinsi Kepri, Alex Sander, S.Farm, Apt mengatakan, terkait maraknya penyalahgunaan obat di Indonesia belakangan ini Tim gabungan terdiri dari BPOM, Polda Kepri dan BBNP Kepri.

“Dan selama bulan September, telah memeriksa 4 Pedagang Besar Farmasi (PBF), 7 Apotek, 6 Toko obat, 1 Klinik, dan 1 Pedagang besar alat kesehatan, dan ditemukan Obat tanpa izin edar, kadaluarsa dan Obat Tradisional tanpa izin edar dan kadaluarsa”. Ungkapnya

Melalui Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, Badan POM RI mengajak seluruh lapisan masyarakat agar memberikan dukungan dan komitmennya dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan obat di Indonesia.

(Andi Pratama)

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 8

PEMKAB BINTAN
DPRD BATAM
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES