Kata Dinas PU Anambas, Lanjutan Proyek Waduk di Jemaja Terkendala Hutan Lindung‎


DPRD BATAM

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS‎ – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus menggencarkan pembangunan di bidang  peningkatan jaringan daerah  irigasi di Jemaja.

Proyek pembangunan jaringan irigasi ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) , seperti dikerjakan Perusahaan SF dengan nilai kontrak Rp 5,509.159.000.

Namun sangat disayangkan karena infonya pembangunan tersebut menimbulkan polemik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri. Karena proyek melewatinya kawasan hutan lindung.‎

Sementara dari pihak pemerintah daerah Anambas melalui dinas pekerjaan umum (DPU) dan dinas Bapeda Kabupaten Anambas menuturkan bahwasanya kawasan yang dilewati alat berat tersebut bukanlah kawasan hutan lindung.‎

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri  menurunkan tim ke lokasi untuk pembuktian benar atau tidak kawasan tersebut adalah hutan lindung.

Agus Purwoko selaku Kabid penegakan hukum dan tapal batas Provinsi Kepri maka kegiatan tersebut akan dihentikan s‎ementara.

” Dihentikan sementara,” tutur Agus Purwoko saat dijumpai di Tarempa, Jumat( 6/10/2017).

Dijumpai terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum DPU kabupaten Kepulauan Anambas, Effi Sjuhairi menuturkan kepada media, Sabtu. (7/10/2017) ini memang keteledoran dinas PU.‎

” Ini keteledoran kami,”tutur Effi.‎

Effi juga menambahkan jika benar kawasan tersebut adalah kawasan hutan lindung maka dinas PU akan membuat surat Pernyataan resmi untuk mereboisasi kembali hutan yang telah dilewati alat berat tersebut.‎Pernyataan kedua adalah pinjam pakai atau mengarah kepada pergantian lahan.‎

Sementara dari Adiguna Kabid perencanaan Dinas Bapedda beberapa hari yang lalu dijumpai di ruangannya menuturkan bahwa yang termasuk kawasan hutang lindung adalah lokasi waduk itu sendiri.

” Kan kawasan yang dilewati alat berat bukanlah kawasan hutan lindung,” tutup Adiguna.

Effi mengharapkan setelah kegiatan proyek ini selesai maka kami akan mereboisasi hutan itu kembali. 

Bahkan Effi juga menyampaikan bahwasanya sudah 35 tahun waduk yang menurutnya adalah hutan lindung tidak pernah di otak atik,‎(rama)

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
PEMPROV KEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES