Ketua DPD PAPPRI Kepri dan Polda Sosialisasi Bahaya Narkoba dengan Hiburan Musik


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (DPD PAPPRI) Provinsi Kepulauan Riau bersama Polda Kepri, BNNP Kepri, dan Dinas Kesehatan Kota Batam, mengadakan kegiatan dalam acara “Sosialisasi Bahaya Narkoba”.

Kegiatan ini dihadiri oleh, Ketua DPD PAPPRI Kepri, Pejabat Polda Kepri, BNNP Kepri, Dinas Kesehatan Kota Batam, dan Organisasi Anti Narkoba beserta masyarakat kota Batam, di King Bussiness Center (Simpang lampu merah KDA), Batam Center – Batam. Minggu, (08/10/2017).

Provinsi Kepulauan Riau saat ini dimana masuk dalam zona merah terhadap peredaran, pengguna narkoba dan obat-obatan terlarang, yang mana jumlah populasi penduduknya sedikit dengan pengguna narkoba/narkotika terbanyak (masuk 5 besar secara nasional).

Dalam sambutannya, Ketua DPD PAPPRI Kepri, Berto Izaak Doko mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian kita. dimana kami dari PAPPRI terpanggil untuk ikut bersama mensosialisasikan bahaya narkoba, yang kita tau sekarang sudah masuk pada titik kritis dan menyentuh kalangan anak-anak muda (sekolah.red).

“Kita harapkan dapat membasmi/meminimalisir peredaran dan pengguna narkoba, serta mengajak masyarakat khususnya para orangtua untuk peduli terhadap bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang,” katanya

Beberapa ciri-ciri pengguna narkoba diantaranya; Penurunan kesadaran dan Berat badan, Hilangnya rasa, Sangat sensitif dan Cepat merasa bosan, serta Malas, Sering melupakan tanggung jawab dari tugas-tugas rutinnya.

“Sosialisasi Bahaya Narkoba ini sangat penting dan pencerahan bagi masyarakat terutama  peran orang tua dalam memantau anak-anaknya”. Pungkas Pejabat Polda Kepri – Kasubdit III Resnarkoba, AKBP Arthur Sitindaon.

Ditempat yang sama selaku Pejabat Dinas Kesehatan Kota, Susilo Budi Hartanto mengatakan, Penyalahgunaan obat-obatan dapat menyebabkan gagal ginjal yang mana pengobatannya membutuhkan biaya yang besar/mahal, serta ketergantungan dalam jangka waktu yang lama.

“menghindarai hal tersebut,  lbeberapa angkah-langkah dalam penggunaan obat-obatan yang benar,  yang mana kita mesti, Kenali nama, kandungan, Khasiat, Dosis, serta Indikasi (efek samping) obat tersebut dan gunakan obat dengan cermat, bertanya pada orang yang tepat, agar cepat sehat”. Terangnya

Penggolongan dan Penandaan Obat Berdasarkan Jenis;

Obat Bebas :
(Bulatan warna hijau dengan garis tepi warna hitam)

Obat yang boleh digunakan tanpa menggunakan resep dokter

Obat Bebas Terbatas :
(Bulatan warna biru dengan garis tepi warna hitam)

Obat keras yang dapat digunakan pemakainya tanpa resep dokter, terdapat tanda peringatan serta tanda khusus pada kemasan.

Obat Keras :
(Lingkaran bulat warna merah dengan garis tepi berwarna hitam terdapat huruf K)

Obat yang dapat digunakan harus dengan resep dokter

Obat Psikotropika :
(Lingkaran bulat warna merah dengan garis tepi berwarna hitam terdapat huruf K)

Obat yang dapat digunakan dalam pengawasan dokter
Obat Narkotika.

(Lingkaran bulat, bergaris tepi warna merah terdapat logo palang merah)
Obat yang dapat digunakan dalam pengawasan dokter

Selain itu, terkait kejadian-kejadian yang menimpa Artis Ibukota yang kedapatan sebagai pengguna Narkoba dan Obat-obatan terlarang baru-baru ini yang cukup heboh di Media sosial dan Elektronik.

“Melalui kegiatan ini juga, bagi para pelaku seni di daerah khususnya Kepulauan Riau supaya untuk tidak tertular, dan menyadarkan teman-temannya bahwa narkoba dan obat-obatan terlarang ini sangat berbahaya,” ungkap Ketua DPD PAPPRI Kepri

Lanjut Berto, kita harapkan kepada sesama pelaku seni ini untuk lebih pada mencari nafkah, dari pada kehidupan hura-hura. hindari serta jangan coba-coba terhadap narkoba dan obat-obatan terlarang, sekali mencoba masa depan kita akan hancur”. Pungkasnya

Dari pantauan wartakepri.co.id di lokasi berlangsungnya acara, para peserta ikut dalam beragam kegiatan serta dihibur dengan penampilan dari beberapa Artis dan penyanyi lokal (Batam), diawali dengan Senam Sehat (Zumba), Solo Vocal, Penampilan permainan Biola dan Band, hingga Kuis berhadiah.

(Andi Pratama)







KADIN _ FORPI


Custom Search