Dari Seminar Iluni ITB di Batam, Sektor Wisata Solusi Bangkitkan Ekonomi Batam


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Batam mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Artinya, pelaku usaha dan industri tidak perlu cemas.

“Batam menarik, Presiden memberikan perhatian yang spesial untuk permasalahan Batam. Kerena dekat dengan negara tetanga Singapura,” kata Sri Adiningsi, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI, Kamis (12/10/2017) dalam Seminar dan talkshow yang digelar oleh ikatan alumni Institur Teknologi Bandung (ITB) Provinsi Kepri di Hotel Harris, Batam Center.

Ditambahkan Sri Adiningsi yang juga sebagai anggota Tim Ahli Panitia Ad hoc MPR pada 2001 itu, mengatakan bahwa Pemerintah Pusat sudah memberikan 16 paket kebijakan ekonomi dan bebas visa untuk 169 negara dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Ke-16 paket kebijakan itu, untuk mengatasi hambatan dalam proses perizinan. Termasuk penerapan perizinan pada kawasan KEK, FTZ, Industri maupun Pariwisata.

“Apapun yang digarap Pemerintah Pusat untuk menangani investasi dan dunia usaha dan 16 paket kebijakan ini bisa membatu. Pengusaha Batam tidak perlu mempertanyakan Pemerintah Pusat mengenai ekonomi Batam ke depan. Karena Batam sudah menjadi prioritas dengan munculnya 16 paket kemudahan ini,” ujarnya.

Ia mengakui, status Batam masih menjadi kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) dan masih dinikmati oleh pelaku usah di luar negeri maupun di dalam negeri. Meskipun tekanan pertumbuhan investasi dan industri di Batam tengah menurun.

Tarif ekspor dan impor dalam pengiriman barang, masih dinikmati para pengusaha. Memang menurut data ekspor dan impor, di Batam mengalami penurunan sejak 2013-2016, tapi secara global juga mengalami hal serupa.

“Ekonomi Batam cukup terjaga stabilitasnya, meskipun banyak permasalahan. Batam cukup bagus dibandingkan daerah lain di Indonesia. Karena masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Indonesia, meski perannya melemah. Seperti angka inflasi Batam lebih rendah sedikit dengan infalsi Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Seminar yang diprakarsai oleh Ikatan Alumni Institur Teknologi Bandung (ITB) Provinsi Kepri di Hotel Harris, Batam Center, bertujuan mencari solusi serta membangkitkan kembali Batam menjadi motor ekonomi nasional.

Hal itu diungkapkan ketua ikatan ITB, Ridwan Djamaluddin. Ia menyampaikan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk dan upaya dalam mencari jalan ke luar dan memberikan solusi dalam perkembangan ekonomi Batam.

“Sesuai temanya ‘solusi membangkitkan kembali Batam menjadi motor ekonomi nasional’ maka kegiatan ini untuk mencari jalan ke luar. Terima kasih narasumber dan pelaku industri yang telah hadir,” ujar Ridwan.

Sektor Pariwisata

Pembahasan dalam seminar dibicarakan fokus Batam dikembangkan menjadi jadi Kota Pariwisata. Menurut Sri Adiningsi, bahwa Batam belum mengembangkan kota pariwisata dengan baik, sehingga perekonomian mengalami penurunan.

” Batam belum mengembangkan kota pariwisata dengan baik. Padahal pemerintah sudah membebaskan visa kunjungan wisatawan mancanegara di 169 negara,” ujar Sri.

Selama ini kata Sri, Batam ditopang oleh kawasan industri, sehingga ketika banyak investor hengkang perekonomian Batam melemah.

Sementara itu ketua panitia seminar alumni ITB Provinsi Kepri, Wirya Silalahi, menambahkan, dengan kegiatan ini diharapkan Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Batam dan BP Batam bisa bersatu dalam meningkatkan kota pariwisata.

Karena sampai saat ini dari data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, sudah banyak perusahaan tutup dan jumlah pengangguran yang menumpuk.

“Ke depan diharapkan usulan Ibu Sri bisa dilaksanakan oleh pemimpin di Kepri khususnya Batam. Dalam meningkatkan kota pariwisata dan aspek lainnya,” pungkasnya.(*)

Editor: Dedy Suwadha







KADIN _ FORPI


Custom Search