Ikatan Alumni ITB Gelar Talk Show Cari Solusi Membangkitkan Ekonomi Batam


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Kepri, menggelar Seminar dan Talk show dalam tema Solusi Membangkitkan Kembali Batam Menjadi Motor Ekonomi Nasional, yang diselenggarakan di Harris Hotel Batam, Batam Center – Batam. Kamis, (12/10/2017)

Dan sebagai narasumber di Seminar dan Talk show Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur – Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Deputi Bidang Pengembangan Regional BAPPENAS, dan Chairman Jababeka Group.

Dihadiri oleh Ketua BP Batam, Assisten Perekenomian dan Pembangunan Provinsi Kepri, Ketua IA ITB Kepri dan Pusat, beserta para Praktisi, Akademisi, Asosiasi dan Pengamat Ekonomi, beserta masyarakat kota Batam.

Dua tahun terakhir ini, Batam mengalami kemerosotan ekonomi cukup parah, dimana di tahun 2016 mengalami pertumbuhan paling lambat selama sejarah perkembangan Batam, yaitu hanya 4.13% sementara pertumbuhan ekonomi nasional 5.02%.

Dalam sambutannya selaku Ketua IA ITB Kepri/Ketua Panitia acara, Ir Wirya Putra Sar Silalahi menyampaikan awal mula diselenggarakannya IA ITB – Seminar dan Talk Show, akibat oleh kemerosotan ekonomi dua (2) tahun ini di Batam.

“Yang mana tingkat pertumbuhan perekonomian nomor dua terburuk secara nasional, dimana dulunya Batam merupakan motor ekonomi dan sekarang menjadi beban ekonomi nasional”. Terangnya

Pada semester I tahun 2017, Provinsi Kepri mengalami pertumbuhan ekonomi hanya 1.52% yang mana merupakan pertumbuhan ekonomi nomor dua (2) terendah dari semua provinsi yang ada di Indonesia.

Untuk itu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 46 tahun 2007 tentang kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam, pasal 2 (ayat 1), menjadi fokus utama membenahi ekonomi, agar Batam kembali menjadi lokomotif ekonomi kawasan.

Dan dalam satu dekade kedepan ada tiga pilihan guna membangkitkan ekonomi Batam diantaranya, membuat Pelabuhan “Transshipment”, membuat Basis Industri Digital dan menambah dua juta wisman dengan menjadikan Batam kota wisata utama di bagian barat Indonesia.

Ditempat yang sama selaku narasumber Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Prof. Dr Sri Adiningsih mengatakan, Batam masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia, meski perannya melemah.

“Kebangkitan ekonomi Batam, bergantung pada keberhasilan dari meningkatnya pertumbuhanan Investasi, Industri serta Parawisata, dan Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pertumbuhan tersebut dengan berbagai kebijakan”. Pungkasnya

(Andi Pratama)







KADIN _ FORPI


Custom Search