Ratusan Nelayan Serasan Induk dan Timur Kecam Aksi Semena Pembakaran Kapal


PEMPROV KEPRI

Please follow and like us:

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ratusan nelayan Kecamatan Serasan Induk dan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, menggelar aksi demo mengecam tindakan anarkis yang mengatas namakan nelayan, Minggu (22/10/2017) di Polsek Serasan Natuna. Dalam aksi tersebut, mereka meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku anarkis pembakar perahu nelayan.

“Ada dua poin tuntutan warga bahwa kejadian pembakaran perahu kemaren bukan atas nama nelayan Serasan dan Serasan Timur. Namun atas nama sekelompok kecil nelayan saja itu,” ujar ketua pemuda kampung Pelimpak Supardi.

Dia juga meminta aparat hukum segera mencari pelakunya, dan mengusut tuntas kejadian tersebut. Supardi bersama warga nelayan lainnya tidak mau nama baik kecamatan setempat tercoreng hanya karena ulah sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab main hakim sendiri dengan cara membakar-bakar.

“Kami mengecam praktek ilegal fishing yang tak pernah habis menguras dan merusak habitat laut di zona tangkap nelayan tradisional dengan menggunakan bius dan bom ikan,” tegas dia.

Menurut dia, pada bulan Agustus yang lalu sebelum kejadian sore kemarin itu, 1 unit perahu nelayan telah hangus. Kala itu, pihak Kecamatan Serasan sempat mengadakan diskusi bersama para nelayan Desa Batu Berian. Terungkap, banyak hal tentang alasan kenapa mereka tetap bertahan menggunakan kompresor untuk menangkap ikan.

“Kami bersedia berhenti mengunakan kompresor, tapi bagaimana nelayan luar dari kecamatan kita yang tetap mengunakan kompresor, kerja bom dan bius sampai hari ini tidak ditindak,” ketusnya.

Lanjut Supardi, itu sudah jelas salah, kenapa tidak ditindak. Bahaya kompresor itu sama dengan merokok. Meski mengunakan kompresor, nelayan disini tetap bekerja baik, dan tidak kerja terlarang.

“Kita yang kerja benar justru dilarang, sementara motor bom tiap hari ada malah dibiarkan,” tambah Alamin, Kades Batu Berian.

Pernyatan Kepala Desa Batu Berian tersebut juga didukung oleh para nelayan.

“Redamkan dulu nelayan dari luar yang lakukan kegitan merusak itu. Kami akan dukung, dan kita setuju basmi itu semua. Tetapi jangan kompresornya (mereka nelayan pribumi) jadi sasaran,” ucap seorang perwakilan nelayan Desa Batu Berian.

Melaui Kades, para nelayan Desa Batu Berian menyampaikan secara tegas dalam pertemuan itu meminta penjelasan bagaimana nasib mereka apabila tetap dipaksakan berhenti memakai kompresor.

“Jika kompresor tidak dibolehkan, bagaimana nasib nelayan yang kerjanya tidak melanggar hukum. Contoh gunakan kompresor untuk menyelam perbaikan rumpon, nembak ikan, cari teripang, kalau bicara nyelam dengan kompresor merusak kesehatan sama juga dengan merokok,” sambungnya.

Kata Alamin, 85 persen nelayan di kecamatan ini merupakan penyelam. Jika ini dihentikan, otomatis mereka akan jadi pengangguran. Tentu ini akan jadi beban, dimana mata pencarian mereka sudah tidak ada lagi. Lalu, solusinya apa, sistim kerjanya tidak salah. Perlu diketahui, penyerapan tenaga kerja satu pompong bisa mengerjakan 5 orang nelayan.

Bertani? Warga Batu Berian ini tidak ada yang punya lahan. Kebun ini semua milik masyarakat luar desa, mayoritas warga disini nelayan. Mata pencarian warga disini tidak banyak pilihan, bahkan tidak ada pilihan, ucapnya.

Tambah Alamin, mereka siap menaati hal tersebut seandainya pemerintah bisa membantu untuk menambah sarana dan alat tangkap ikan jenis lain serta dibukanya lapangan kerja alternatif.

“Tolong bantu kami untuk bisa mengadakan sarana alat tangkap pompong yang memadai, buka lapangan kerja buat kami, mereka nyelam ini karena pompong kami terbatas. Jika para nelayan punya satu pompong, secara otomatis kegiatan menyelam berhenti. Karena menyelam tidak bisa sendiri,” tutur dia.

Nelayan masih bersihkukuh mohon pemerintah pertimbangkan masalah larangan menggunakan kompresor.

“Tolong ada kebijakan khusus, tetapi kalau masalah bom, bius itu kami juga tau itu dilarang. Tapi ingat yang melakukan kegiatan itu bukan nelayan kita,” pungkasnya. (*)

Tulisan: Ricky Rinovsky
Editor : Ichsan

Please follow and like us:

  • 0

DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN