Pemkab Natuna akan Bangun Objek Wisata Unggulan di Teluk Baruk


PEMPROV KEPRI

Please follow and like us:

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Dinas Parawisata dan Kebudayaan kabupaten Natuna, menggelar rapat dan diskusi presentasi hasil ahir DED Mainland Teluk Baruk, kecamatan Bunguran Timur.

Ikon yang akan diangkat pada gedung Mainland adalah gambar penyu, dan tata ruang yang didesain menjadi semi madina, sehingga nanti kunjungan wisatawan beserta kapal-kapal yacht semuanya masuk ke situ, sehingga ini akan menjadi kontribusi pendapatan daerah, ungkap Erson Gempa, Kadis Pariwisata Natuna, Kamis (26/10/2017).

Dikatakan, Erson kawasan Senoa telah dicanangkan oleh kementerian sebagai destinasi unggulan daerah, maka itu pemerintah daerah harus menyambut dan mempersiapkan sarana pendukung untuk memperlancar fasilitas di tempat wisata tersebut.

“Kalau kita lihat bersama-sama, kondisi ril untuk saat ini, kita belum mempunyai tempat sarana penunjang wisata khususnya ke pulau Senoa, sehingga munculah keinginan kita untuk membangun fasilitas sarana prasarana yang nanti akan mendukung sekaligus menjadi ikon, bisa kita andalkan dan memiliki nilai jual serta daya tarik,” ujar Erson.

Diskusi prensentasi hasil ahir DED Mainland Teluk Baruk Kadis Parawisata dan kebudayaan H. Ersin Gempa Apriadi memaparkan, tujuan prensentasi hasil akhir DED Mainland Teluk Baruk untuk menyempurnakan ide-ide kreatif dalam pengembangan kawasan wisata itu.

Pertimbangan pelaksanaan pembangunan plafon Mainland di Teluk Baruk, adalah pulau Senoa yang merupakan destinasi andalan parawisata dan menjadi pulau terluar.

Disamping itu, pulau Senoa juga menjadi perhatian, bukan hanya oleh pemerintah daerah saja akan tetapi juga menjadi perhatian pemerintah pusat.

Lebih detail, Kadis Pariwisata Natuna Erson juga menginginkan adanya taman wisata kupu-kupu, karena Natuna memiliki lima jenis spesies kupu-kupu langka yang ada di dunia.

“Natuna memiliki satwa langka salah satunya kupu-kupu, kami telah bertemu dengan profesor ahli kupu-kupu dan dia telah menemuakan lima jenis spesies kupu-kupu langka yang ada di dunia dan hanya dimiliki oleh Natuna dan Lampung Sumatera Barat dalam perkiraan ada ratusan jenis spesies kupu-kupu langka yang keberadaannya di gunung ranai,” paparnya lagi.

Sambung Erson, mengajak semua pihak mengatur strategi, menambah tanaman yang disukai oleh kupu-kupu, sehingga akan menjadi wisata daya tarik taman kupu-kupu yang menjadi mainanya orang Eropa dan Jepang.

Sebagai tindak lanjut, Erson mengakui dirinya sudah berkoordinasi dengan dua camat dan satu kepala desa. Ada tiga tempat nanti akan kita siapkan untuk wisata taman kupu-kupu.

” Ini akan kita garap dan kita bangun semua destinasi khas kita, kita tidak hanya bisa menjual pantai saja tapi kita harus mencari karateristik kuat yang memiliki daya tarik selalu dirindukan orang,” sambung Erson.

Pada kesempatan sama Asisten II Hardiansyah juga mencerita secara garis besarnya percepatan pembangunan Natuna di hadapan Konsultan prensentasi hasil ahir Mainland Teluk Baruk.

Pada tahun 2017 ini, konteribusi dari Devisa negara, yang pertama adalah kelapa sawit, parawisata dan migas. Dari tahun ketahun kalau dicermati, konteribusi pendapatan struktur ABPD Natuna, sangat tergantung dengan DBH migas, pada hal lima tahun kedepan itu mungkin harga minyak terus mengalami penurunan.

Hardinansyah berharap sektor parawisata akan menjadi ujung tombak PAD Natuna kedepan, karena pada tahun 2019 parawisata akan menduduki rangking pertama Devisa negara. Selain itu, Natuna juga sangat indah dan juga memiliki pontesi parawisata untuk dikembangkan.

Pada kesempatan itu juga, turut dihadiri oleh Konsultan prensentasi hasil ahir DED Mainland, Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah yang tergabung dalam TP3N, beberapa Camat dan Kepala Desa. (*)

Humas, Rikyrinovsky

Please follow and like us:

  • 0

DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN