Rabu Malam Ambon Gempa Lagi, Total Sejak Kemarin Sudah 63 Kali Gempa Susulan


PEMPROV KEPRI

Please follow and like us:

  • 0

WARTAKEPRI.co.id AMBON – Provinsi Ambon kembali diguncang gempa. Kali ini gempa diketahui berkekuatan 4,7 skala Richter (SR). Berdasarkan informasi dari BMKG, Rabu (1/11/2017), gempa terjadi sekitar pukul 21.50 WIB. Gempa berlokasi di 3.76 LS dan 127.74 BT. Pusat gempa berada di 48 km sisi barat Ambon. Gempa berada di kedalaman 10 km.

Rentetan gempa terjadi sejak Selasa (31/10) kemarin. BMKG memantau rentetan gempa yang mengguncang wilayah Ambon, Maluku ini. Tercatat sudah ada 63 gempa susulan dari Selasa (31/10) malam hingga Rabu (1/11) pagi.

“Hasil monitoring BMKG hingga Rabu pagi (1/11) sudah terjadi 63 aktivitas gempa susulan. Dilihat sebarannya, nilai magnitudonya, tampak bahwa tren besaran magnitudo sudah mengecil dan frekuensi kejadiannya pun terus menurun,” ucap Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Rabu (1/11/2017).

“Fenomena aktivitas gempa yang terjadi secara beruntun sebelum terjadi gempa utama semacam ini dalam ilmu gempa merupakan hal biasa,” imbuh Daryono.

Tercatat Sudah 63 Gempa Susulan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau rentetan gempa yang mengguncang wilayah Ambon, Maluku, sejak semalam hingga pagi ini. Tercatat sudah ada 63 gempa susulan dari Selasa (31/10) malam hingga Rabu (1/11) pagi.

“Hasil monitoring BMKG hingga Rabu pagi (1/11) sudah terjadi 63 aktivitas gempa susulan. Dilihat sebarannya, nilai magnitudonya, tampak bahwa tren besaran magnitudo sudah mengecil dan frekuensi kejadiannya pun terus menurun,” ucap Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Rabu (1/11/2017).

“Fenomena aktivitas gempa yang terjadi secara beruntun sebelum terjadi gempa utama semacam ini dalam ilmu gempa merupakan hal biasa,” imbuh Daryono.

Menurut Daryono, aktivitas gempa beruntun sebelum gempa utama adalah hal biasa. Berikut ini penjelasan Daryono:

Dalam ilmu gempa bumi (seismologi), kita mengenal adanya 3 tipe gempa, yaitu:

Gempa tipe 1, dicirikan dengan terjadinya gempa utama (main shock), tanpa ada gempa pendahuluan (foreshocks), yang selanjutnya diikuti serangkaian gempa susulan (aftershocks).

Gempa tipe 2, dicirikan dengan terjadinya serangkaian aktivitas gempa pendahuluan, kemudian terjadi gempa utama, dan selanjutnya diikuti gempa susulan.

Gempa tipe 3, yang dicirikan dengan rentetan aktivitas gempa berkekuatan kecil yang terjadi secara terus-menerus dalam rentang waktu tertentu, tanpa ada gempa paling kuat sebagai gempa utama. Fenomena semacam ini dikenal sebagai aktivitas swarm.

Dari konsep 3 tipe gempa itu, Daryono menyebut gempa yang terjadi di Ambon merupakan aktivitas gempa tipe 2. Menurutnya, gempa di Ambon semalam langka terjadi di Indonesia.

“Selama ini di wilayah Indonesia memang tidak banyak aktivitas gempa tipe 2 sehingga banyak yang menilai gempa Ambon ini merupakan fenomena unik dan langka,” kata Daryono.

Secara tektonik, menurut Daryono, Ambon rawan gempa karena dijepit 2 sumber gempa utama. Dia mencatat gempa kuat terjadi di Ambon pada 1674, 1899, 1950, 1980, dan 2001.

“Ambon secara tektonik memang rawan gempa. Tataan tektonik menunjukkan bahwa Ambon dan Pulau Seram dijepit oleh 2 sumber gempa utama. Dari utara wilayah ini didesak oleh zona subduksi Seram yang aktif, dan dari selatan terdapat struktur sesar yang dikenal sebagai South Seram Thrust,” ucapnya.(*)

Sumber: Detik.com

Please follow and like us:

  • 0

DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN