Akhirnya Bupati Natuna Surati Presiden Jokowi Karena Harga Tiket Pesawat

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 28

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Akhirnya tersentak dan tersadarkan apa yang rasakan keluhan oleh masyarakat sipil mengenai tingginya harga tiket penerbangan untuk sekali jalan dari dan menunju Natuna. Oleh itu, Pemerintah Kabupaten Natuna mengirim surat ke presiden untuk minta tiket pesawat dari dan menunju Natuna Harga batas terendah.

Bupati Natuna H.A Hamid Rizal ke sejumlah awak menerangkan merasakan tingginya harga tiket pesawat, baik dari Natuna maupun sebaliknya.

Menurut Hamid, dirinya telah melayangkan surat ke menteri perhubungan dan meminta harga termahal tiket pesawat di natuna agar turunkan menjadi batas terendah maksimal 800 ribu atau pada kewajaran harga tiket pesawat pada umumnya.

” Surat permohonan ke menteri perhubungan ini tembusanya ke presiden dan wakil presiden”, terang Hamid di Ranai,” ungkap Bupati (18/11/2017).

Dari catatan Wartakepri.co.id, pasca meresmikan Pengunanan Bandara Ranai, Presiden Joko Widodo mengajak Indonesia memandang laut dan udara sebagai wadah pemersatu bangsa, bukan sebagai pemisah. Dengan demikian konektiviti antar daerah baik provinsi, kota, kabupaten semakin baik.

” Bandara Ranai yang diresmikan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas orang dan barang agar pergerakan ekonomi naik,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan pengoperasian terminal Bandar Udara Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/10/2016)Lalu.

Terminal Bandara Ranai dibangun dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Natuna sementara landasan pacu menggunakan anggaran TNI Angkatan Udara.

Luas Bandara Ranai 3.865 meter persegi dengan kemampuan menampung penumpang lebih kurang 385 orang.

Menteri Perhubungan RI juga pernah mengatakan, bandara Ranai merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi daerah perbatasan dan terdepan di NKRI. Bandara juga sebagai alat transportasi dalam menunjang pergerakan ekonomi daerah untuk lebih baik lagi. 

” Bandara ini dibangun juga sebagai salah satu moda transportasi paling cepat karena apabila menggunakan kapal laut akan menambah waktu perjalanan lebih lama dan pelabuhan juga masih membutuhkan perbaikan,” kata Budi.

Bupati Hamid Rizal memohon, dengan ditembuskanya surat ke presiden dan wakil presiden Republik Indonesia diharapan surat tersebut dapat perhatian khusus dari kepala negara, dan cepat terealisasi.

“Apalagi yang meminta kabupaten Natuna, yang memang dapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, moment ini harus kita gunakan”, jelas Hamid.

Selama ini harga tiket pesawat di Natuna sangat mahal dan memberatkan penumpang, bahkan dari Natuna ke Batam pernah mencapai harga Rp,1,8 juta untuk satu penumpang.

Dengan mahalnya tiket pesawat, di yakini sebagai salah satu hambatan orang mau berkunjung ke Natuna, baik mereka yang ingin investasi ataupun sekedar berwisata ke natuna, bila ini terus terjadi maka laju pembangunan di Natuna pada setiap sektor akan terhambat dan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pada kesempatan tersebut Hamid juga menasehati seluruh OPD untuk berangkat keluar daerah seperlunya saja, agar tidak terlalu sering meninggalkan pekerjaan di kantor.

“Jangan pula habis ada pencairan proyek penuh pesawat oleh pegawai, untuk berangkat yang kurang penting”, kata Hamid mengingatkan.(*)

Tulisan: Rikyrinovsky

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 28
DPRD BATAM
 Warta Kepri
SMART FREN
 Warta Kepri

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB LINGGA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA