KRI RE Martadinata dan Kapal Brunai Darussalam (KDB) Daruttaqwa Latihan di Laut Natuna


DPRD BATAM

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Pangkalan TNI AL Ranai, selaku unsur pendukung setiap unsur – unsur TNI AL yang melaksanakan patroli maupun kegiatan latihan di wilayah kerja Pangkalan TNI AL Ranai, yaitu di Perairan Natuna, termasuk Laut Natuna Utara.

Dalam waktu dekat ini, Sabtu (25/11/2017) mendatang, 2 (dua) unsur kapal perang dari kedua negara selesai melaksanakan latihan bersama di Laut Natuna Utara dengan nama sandi latihan “Helang Laut”,.

” Kapal perang ikut dalam latihan tersebut dari Indonesia menyertakan KRI REM – 331 dan dari Brunei Darussalam KDB Daruttaqwa,”ungkap Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto, S.E., M. Sc.

KRI RE Martadinata dan Kapal Brunai Darussalam (KDB) Daruttaqwa Latihan di Laut Natuna

Rencana kedua kapal perang yang selesai melaksanakan latihan ini akan singgah di Kabupaten Natuna, sesuai jadwal pihak TNI AL akan membawa dan memperkenalkan Komandan KDB Daruttaqwa beserta perwira kapal kepada Bupati Natuna. Selama dua Hari di Natuna akan melaksanakan olah raga bersama di Desa Sabang Mawang Barat, Kecamatan Pulau Tiga.

Kapal Perang RI Raden Eddy Martadinata-331 menjadi kapal perang tercanggih yang dimiliki Indonesia saat. Kapal ini dikukuhkan sebagai kapal pimpinan atau flag ship. KRI RE Martadinata-331 merupakan hasil hasil kerja sama alih teknologi antara TNI AL bersama PT PAL dengan galangan kapal Damen Schiede Naval Ship Building (DSNS), Belanda.

Persenjataan yang dimiliki KRI RE Martadinata-331 antara lain Meriam Utama OTO Melara 76 mm Super Rapid Gun, Rudal Exocet MM 40 Block 3 dengan jarak jangkauan sejauh 180-200 km, Rudal anti serangan udara Mica berdaya sergap sasaran sejauh 20-25 km dengan ketinggian 9.144 meter, pengecoh Rudal Terma SKWS DLT-12T dan Torpedo A-244S yaitu jenis torpedo ringan berpandu yang dapat mengejar sasaran di perairan dangkal serta Meriam Close In Weapon System (CIWS) millenium 35 mm untuk menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat.(*)

Tulisan: Rikyrinov

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
PEMPROV KEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES